Ilustrasi. Foto: Ist
BANGSAONLINE.com - Fenomena bediding saat musim kemarau kembali dirasakan di sejumlah wilayah Indonesia.
Suhu turun drastis, terutama pada malam hingga pagi hari, dan menyebabkan tubuh lebih rentan terserang penyakit. Flu, batuk, dan pilek menjadi gangguan kesehatan paling umum.
BACA JUGA:
- BREAKING NEWS! Gempa Magnitudo 3,0 Guncang Malang, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
- Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan, BPBD Jember Minta Warga Hemat Air hingga Waspada Karhutla
- Prakiraan Cuaca Jember Hari ini Senin, 11 Mei 2026: Suhu 23-31°C, Kecepatan Angin 6.3 m/s.
- Prakiraan Cuaca Banyuwangi Hari ini Senin, 11 Mei 2026: Suhu 24-30°C, Kecepatan Angin 10.5 m/s.
Kondisi tersebut berisiko bagi anak-anak, lansia, serta orang dengan daya tahan tubuh lemah. Perubahan suhu ekstrem juga dapat memperburuk kondisi penderita asma dan alergi.
Untuk menghindari gangguan kesehatan selama bediding, penting menjaga suhu tubuh tetap stabil.
Berikut langkah-langkah yang disarankan:
- Konsumsi makanan bergizi
Perkuat daya tahan tubuh dengan asupan vitamin, buah, dan sayuran.
- Hindari mandi terlalu malam atau pagi buta
Gunakan air hangat untuk mengurangi risiko kedinginan.
- Minum air yang cukup
Udara dingin memang tidak menimbulkan rasa haus, namun tubuh tetap perlu cairan. Air hangat dianjurkan.
- Lakukan olahraga ringan
Seperti jalan pagi, tapi sebaiknya dilakukan setelah matahari mulai menghangat.
- Kurangi paparan udara dingin secara langsung
Tutup jendela dan ventilasi pada malam hari. Hindari keluar rumah terlalu lama saat suhu rendah.
- Gunakan pakaian tebal
Terutama saat malam hari. Bila perlu, gunakan selimut saat tidur.
Menurut BMKG, fenomena bediding diperkirakan akan berlangsung hingga awal September.
Dengan langkah pencegahan yang tepat, masyarakat tetap dapat menjaga kesehatan dan kebugaran selama musim kemarau.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




