Ilustrasi. Foto: Ist
“Sehingga stok beras pemerintah mencukupi hingga akhir tahun tanpa harus melakukan impor,” kata Sudaryono.
Beras yang dilepas ke pasaran berasal dari program SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan), dengan harga dari Bulog sebesar Rp11 ribu per kg dan dijual oleh pedagang maksimal Rp12.500,00. per kg.
Menanggapi isu impor besar-besaran produk pertanian dari Amerika Serikat, Sudaryono menegaskan impor hanya dilakukan untuk komoditas yang tidak bisa diproduksi secara optimal di dalam negeri, seperti gandum, kedelai, dan bawang bombay.
“Pemerintah berkomitmen mengurangi volume impor secara bertahap sambil meningkatkan produksi dalam negeri. Sekarang kita sudah tidak impor beras, jagung, gula konsumsi, dan garam konsumsi. Ke depan, impor akan terus dikurangi, sementara ekspor produk perkebunan seperti kopi dan kakao akan ditingkatkan,” paparnya.
Terkait gula petani yang belum terserap di pasar, pemerintah telah mengambil langkah strategis dengan mengalokasikan dana sekitar Rp1,5 triliun melalui PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) dan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) untuk menyerap produksi petani.
“Langkah ini diharapkan menjaga harga gula tetap stabil dan melindungi petani dari kerugian,” ucap Sudaryono. (rom)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




