HRM. Khalilur R. Abdullah Sahlawiy
“Ribuan nelayan kami gandeng. Ratusan kapal dan alat tangkap BBL disiapkan secara bertahap. Inilah komitmen Balad Grup menata industri lobster yang berdaulat,” kata alumni santri Pondok Pesantren Denanyar Jombang tersebut.
Tak hanya di sektor lobster, Gus Lilur menegaskan pihaknya juga akan kembali fokus pada ekspansi bisnis lain yang sempat tertunda akibat 'perang panjang' melawan mafia lobster.
“Tambang-tambang mulai kami tata ulang. Pabrik rokok Bintang Sembilan harus segera dibangun, pabrik beras dan air mineral juga harus didirikan, termasuk penguasaan perkebunan tembakau dan perdagangan hasil pertanian,” ungkapnya.
Menurutnya, dukungan penuh Presiden Prabowo Subianto menjadi momentum penting bagi pihaknya untuk menyelesaikan agenda besar ini.
"Kerja jujur dan idealis, saya kini mendapat pendukung utama yakni Presiden Republik Indonesia. Inilah saatnya saya bekerja maksimal untuk Indonesia," pungkas pengusaha berlatar santri itu. (mdr/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




