Syafiuddin meminta agar program serupa dilanjutkan ke jalur strategis lain, yakni ruas Sampang–Sumenep serta jalur Pantura Madura.
“Di Pantura kondisinya memprihatinkan. Jalannya terlalu sempit. Bahkan ada titik di mana kendaraan dari arah berlawanan tidak bisa berpapasan dengan leluasa. Jalan nasional seharusnya representatif, bukan seperti jalan desa,” tegas Syafiuddin.
BACA JUGA:Komisi IX DPR Soroti Refocusing MBG untuk Kelompok Rentan, Ribuan Dapur Terancam Tak Terpakai
Menurutnya, pelebaran jalan bukan hanya sekadar memenuhi kebutuhan infrastruktur, melainkan bagian dari strategi besar membangun konektivitas antarwilayah di Madura.
Akses jalan yang lebar dan layak akan mengurai kemacetan, terutama pada momen tertentu seperti musim mudik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat










