Wakil Ketua II DPRD Gresik, Mujid Riduan dan Wakil Ketua DPRD Gresik, Lutfi Dhawam.
GRESIK, BANGSAONLINE.com - DPRD Gresik merespons ribuan siswa yang diduga keracunan makan bergizi gratis (MBG) yang terjadi di sejumlah kabupaten dan kota di seluruh se-Indonesia.
Berdasarkan data Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), jumlah korban keracunan MBG per 21 September 2025 tembus di angka 6.452 orang.
BACA JUGA:
- Golkar Tunjuk Wongso Negoro Jadi Wakil Ketua DPRD Gresik PAW, Targetkan 11 Kursi pada 2029
- Bupati Gresik Paparkan Silpa Rp452 Miliar di APBD 2025
- Investigasi Keracunan 84 Siswa SMAN 1 Kokop Bangkalan, Satgas MBG Ungkap Temuan ini di SPPG
- Diduga Keracunan Puluhan Siswa SMAN 1 Kokop Bangkalan Dirawat Usai Santap MBG
“Kami meminta pemerintah melakukan mitigasi atau pencegahan agar kejadian serupa siswa penerima MBG keracunan tak terjadi di Kabupaten Gresik,” ujar Wakil Ketua II DPRD Gresik, Mujid Riduan kepada BANGSAONLINE.com, Jumat (26/9/2025).
Ketua DPC PDI Perjuangan (PDIP) Gresik ini mengungkapkan, meski program MBG telah dilaunching Presiden RI Prabowo Subianto pada 6 Januari 2025, siswa di Kabupaten Gresik masih banyak yang belum menikmati MBG.
“Baru beberapa sekolah saja yang siswanya sudah menerima MBG, jumlah yang belum menerima masih banyak,” ungkap Mujid.
Sejauh ini, tambah Mujid, DPRD Gresik belum ada laporan ada siswa penerima MBG mengalami keracunan. Ia pun berharap keracunan MBG tidak terjadi di Gresik.
“Insyaallah Gresik aman, semoga semua lancar tidak terjadi kejadian yang tidak kita inginkan,” harapnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




