Menurutnya, hadirnya AI di tengah pesatnya perkembangan media sosial (medsos) bisa mengancam proses-proses jurnalisme apabila tidak diimbangi kebijaksanaan dalam penggunaannya. Karena itu, harus ada pedoman dalam penggunaannya.
Ia menegaskan, penggunaan AI tidak dilarang dalam produk jurnalistik. Namun, ia menggarisbawahi tetap harus ada peran manusia (jurnalis).
BACA JUGA:Menteri ESDM Resmikan Fasilitas Mini LNG Plant di Tuban: Investasi Rp1,1 T, Upaya Kurangi Impor LPG

Lulusan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon ini mencontohkan proses transkrip wawancara yang bisa dibantu oleh AI. Hanya saja, Jazuli menyarankan agar jurnalis tetap menulis menggunakan gaya bahasa masing-masing.









