“Kalau Balikpapan bisa, seharusnya Tuban juga bisa. Ini soal prioritas dan keseriusan politik energi nasional,” cetusnya.
Sebagai Sekretaris DPP PKB bidang Sumber Daya Alam, Ratna menekankan pentingnya pembangunan kilang untuk mewujudkan kemandirian energi nasional. Tanpa tambahan kapasitas pengolahan, Indonesia akan terus bergantung pada impor BBM.
“Tanpa kilang baru, cita-cita kemandirian energi hanya akan jadi slogan. Kita butuh aksi nyata,” kata legislator Dapil Tuban-Bojonegoro itu.
Data SKK Migas menunjukkan, produksi minyak nasional saat ini hanya sekitar 590 ribu barel per hari, sementara kebutuhan domestik mencapai 1,6 juta barel per hari. Artinya, lebih dari 60 persen kebutuhan BBM nasional masih dipenuhi melalui impor.










