Karena itu, pihaknya turut peduli dengan mengerahkan babinsa begitu menerima laporan putusnya jembatan.
"Babinsa turut mengamankan lokasi, memasang tanda peringatan, dan mengarahkan warga ke jalur alternatif sementara guna mencegah kecelakaan susulan," tutur Hadi.
Tak hanya itu, petugas dari Koramil Bluluk juga mendata kerusakan sebagai dasar pengajuan bantuan serta percepatan perbaikan.
Sementara Kepala Pelaksana BPBD Lamongan, Moch. Naim, menjelaskan jembatan yang memiliki dimensi panjang 20 meter dan lebar 3,5 meter itu putus pada Jumat (21/11/2025) pagi pukul 09.20 WIB akibat tergerus banjir setelah hujan deras sejak 18 November.










