Pertunjukan wastra tersebut memadukan tari tradisi, narasi budaya, dan fashion show, menampilkan kekuatan batik Jetis yang merupakan batik tulis bercorak flora-fauna lokal, beragam warna cerah hingga solid.
Kain batik tidak hanya hadir sebagai busana, tetapi menjadi elemen gerak dan simbol identitas masyarakat Sidoarjo.
BACA JUGA:Hadiri Wisuda Santri Ponpes Al-Amin Mojokerto, Khofifah: Imbangi Kerja Produktif dengan Riyadhah
Pembukaan acara diisi dengan Tari Ning Saropah, yang mengangkat kisah perempuan pedagang ulet dari Sidoarjo, sepupu tokoh rakyat Sarip Tambak Oso. Tarian ini menggambarkan perempuan UMKM yang kuat, cerdas, dan dekat dengan masyarakat.











