Direktur Muslimah Humanis Indonesia (MHI), Mutmainnah menyampaikan, korban diketahui menghilang saat berada di rumah pada dini hari.
Berdasarkan keterangan keluarga, kata Mutmainnah, korban masih terlihat tidur di kamarnya pada Selasa malam sekitar pukul 00.00 WIB. Namun setelah pukul 01.00 WIB, korban sudah tidak berada di rumah.
“Tentu, ibunya kaget dan membangunkan semua saudaranya untuk melakukan pencarian, tapi tidak ada yang dapat menemukan korban,” tuturnya.
Mutmainnah juga mengungkapkan, sehari sebelum korban menghilang, dua santriwati utusan Ponpes Nurul Karomah sempat mendatangi rumah korban.
“Korban ini jarang pegang handphone tanpa pengawasan orang tuanya, makanya didatangi ke rumahnya,” bebernya.
Selain itu, Mutmainnah menyebut terdapat pesan melalui media sosial Instagram dari salah satu lora berinisial S yang berisi bujukan kepada korban untuk menikah.
Dalam kondisi psikologis korban yang belum stabil, Mutmainnah menilai bujukan tersebut berpotensi memengaruhi korban.
“Kami harap, korban segera ditemukan atau dikembalikan. Karena proses hukum akan tetap berjalan, baik di Polres Bangkalan atau di Polda Jatim,” terangnya.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Hafid Dian Maulidi membenarkan pihaknya telah menerima laporan terkait hilangnya santriwati tersebut.
“Iya sudah kami terima (laporannya, red.) dan masih dalam penyelidikan,” ungkapnya (van)










