“Kualitas melon dengan metode Machida ini sangat berbeda dibandingkan metode lainnya. Teksturnya lebih bagus, renyah, tingkat kemanisannya pas, dan rasanya membuat orang ingin terus mencoba,” ujar Achmad Fauzi.
Ia menegaskan bahwa hasil ini membuktikan keunggulan teknologi smart farming dalam menciptakan komoditas pangan yang lebih berkualitas dibandingkan pola tanam tradisional.
Melihat potensi besar di Desa Kaseangan, Bupati Fauzi berencana menjadikan Dusun Oro sebagai pusat pelatihan smart farming. Ia berharap keberhasilan Khalik dapat memotivasi generasi muda lainnya untuk memanfaatkan lahan tidak produktif menjadi sumber ekonomi baru melalui teknologi.
“Saya berharap wilayah ini bisa menjadi tempat latihan berbagai metode smart farming. Green house yang ada perlu dikembangkan dengan memanfaatkan lahan-lahan tidak produktif, sehingga bisa menjadi sarana pembelajaran sekaligus pemberdayaan bagi para milenial desa,” tambahnya.










