Mensos Saifullah Yusuf memberikan keterangan kepada wartawan usai sosialisasi DTSEN kepada kades di Bojonegoro.
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bojonegoro untuk menyosialisasikan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) di Pendopo Malowopati, Rabu (21/1/2026). Langkah ini diambil untuk memastikan integrasi data kemiskinan di Indonesia berada dalam satu pintu.
Dalam arahannya, Mensos yang karib disapa Gus Ipul ini menekankan bahwa DTSEN akan menjadi instrumen tunggal dalam memetakan keluarga miskin dan menentukan penerima bantuan sosial (bansos). Ke depan, tidak boleh lagi ada perbedaan data antar instansi yang seringkali memicu bantuan tidak tepat sasaran.
BACA JUGA:
- Bulog Bojonegoro Genjot Penyaluran Bapang, Kualitas Dijamin Enak dan Wangi
- Uji Coba Perlinsos Digital, Pemkot Surabaya Imbau Warga Perbarui Data Aset
- Orasi Ilmiah di UIN Surabaya, Mensos Gus Ipul Ulas Fondasi Indonesia Emas 2045
- Ketua Panitia Muktamar NU Harus Adil dan Netral, Bukan Kubu Kiai Miftah, Bukan Kubu Gus Yahya
“Artinya kementerian atau lembaga lainnya keseluruhan mengacu di DTSEN. Jadi tidak setiap lembaga memiliki data masing-masing,” kata Gus Ipul.
Meski menjadi rujukan nasional, Gus Ipul mengingatkan bahwa akurasi data tersebut sangat bergantung pada validasi dari level terbawah, yakni pemerintah desa dan daerah. Pemutakhiran berkala menjadi syarat mutlak untuk menjamin hak masyarakat.
“Termasuk menjamin keadilan sosial bagi masyarakat yang berhak menerima,” tambahnya.
Menyambut instruksi tersebut, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono memberikan peringatan keras kepada seluruh kepala desa di wilayahnya. Ia menegaskan bahwa subjektivitas dalam menentukan penerima bantuan harus dihapuskan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




