Ilustrasi LPG 3Kg
"Mulai dari perdagangan, aktivitas kerja, hingga pendidikan. Beberapa hari ini di Kecamatan Sangkapura hampir semua fasilitas lumpuh. Orang ke pasar sedikit, orang mau kerja terhambat, siswa ke sekolah juga banyak yang tidak masuk. Kalau dipresentasikan, sudah sekitar 40 persen pergerakan lumpuh gara-gara tidak ada bensin dan tidak adanya kapal," ujarnya.
Sementara itu, pengusaha Bawean, H. Abdurrahman mendesak Pemerintah Kabupaten Gresik segera turun tangan dengan menyiapkan armada kapal yang mampu mengangkut BBM dan LPG ke Pulau Bawean.
Menurutnya, ketersediaan bahan bakar dan gas elpiji menjadi kunci utama perputaran ekonomi masyarakat.
"Bawean itu sudah krisis pangan, terutama kalau bensin dan gas LPG itu tidak ada atau langka. Kalau bensin dan LPG tidak ada, maka pangan dan ekonomi itu tidak bisa berputar. Kuncinya di situ," ujarnya.
Ia menjelaskan, kelangkaan LPG di wilayah Sangkapura telah berlangsung sekitar satu minggu terakhir dan semakin parah dalam tiga hari terakhir hingga memicu kepanikan warga.
"Kalau BBM tidak ada, masih bisa dikendalikan. Tapi kalau LPG tidak ada, orang itu nangis, karena tidak bisa masak. LPG itu sudah seminggu atau 10 hari yang lalu langkanya," jelasnya.
Warga Bawean berharap Pemkab Gresik segera mengambil langkah darurat agar distribusi BBM dan LPG kembali normal, mengingat energi merupakan kebutuhan vital yang memengaruhi seluruh sendi kehidupan masyarakat di pulau tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




