Polres dan Disperindag Ungkap Kelangkaan LPG Subsidi Disebabkan Rantai Pasokan

Polres dan Disperindag Ungkap Kelangkaan LPG Subsidi Disebabkan Rantai Pasokan Pengecekan LPG di beberapa toko di Kota Blitar.

BLITAR,BANGSAONLINE.com - Elpiji bersubsidi 3 kilogram terpantau mulai mengalami kelangkaan di sejumlah titik di Kota Blitar.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar menemukan rantai pasokan yang belum stabil saat turun ke lapangan.

Petugas dari Satreskrim Polres Blitar Kota melakukan pengecekan ke sejumlah pangkalan hingga pelaku usaha di kawasan Jalan dr Wahidin dan Jalan Anjasmara. 

Fokus utama mereka memastikan LPG subsidi tidak disalahgunakan oleh sektor usaha yang seharusnya menggunakan elpiji non-subsidi.

Kanit Tipidter Satreskrim Polres Blitar Kota Iptu Yuno Sukaito menjelaskan, pengawasan dilakukan untuk menjaga distribusi tetap tepat sasaran. 

Meski demikian, dari hasil pengecekan, tidak ditemukan pelanggaran penggunaan LPG subsidi oleh hotel maupun restoran. 

“Dari sisi penggunaan aman, pelaku usaha sudah menggunakan elpiji non-subsidi. Tapi kami tetap lakukan pengawasan untuk memastikan distribusi berjalan baik,” ujarnya.

Namun di tingkat pangkalan, kondisi justru berbeda. Sejumlah agen mengaku stok elpiji 3 kilogram habis lebih cepat dari biasanya. Salah satunya terjadi di pangkalan di Jalan dr Wahidin yang telah kehabisan stok sejak sehari sebelumnya.

Asih, pemilik pangkalan, mengungkapkan bahwa lonjakan permintaan dalam beberapa waktu terakhir tidak diimbangi dengan kelancaran distribusi. 

Dalam kondisi normal, ia menerima sekitar 350 tabung per minggu. Namun kini, pasokan tambahan kerap terlambat datang.

“Biasanya ada tambahan, tapi sekarang sering molor. Kemarin stok sudah habis, hari ini harusnya ada 40 tabung masuk, tapi sampai sekarang belum datang,” jelasnya.

Tak hanya LPG subsidi, kelangkaan juga merembet ke elpiji ukuran 12 kilogram. Tingginya permintaan di berbagai sektor membuat stok di lapangan ikut menipis.

Meski demikian, pangkalan memastikan harga jual masih sesuai ketentuan dan tidak mengalami kenaikan. Kondisi ini menjadi perhatian karena berpotensi memicu kepanikan jika distribusi tidak segera kembali normal.

Pihak kepolisian bersama Disperindag menegaskan akan terus memantau perkembangan di lapangan. Selain memastikan tidak ada penyalahgunaan, pengawasan juga diarahkan untuk menjaga stabilitas pasokan agar masyarakat tidak kesulitan mendapatkan elpiji bersubsidi.(tri/van)