Pembongkaran pagar Mutiara Regency Sidoarjo.
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Ketegangan terjadi saat pembongkaran pagar pembatas antara Perumahan Mutiara Regency dan Mutiara City, Kamis (29/1/2026). Penolakan warga terhadap pembukaan akses jalan berujung kericuhan yang mengakibatkan sejumlah warga mengalami luka-luka, termasuk ibu-ibu.
Salah satu warga, Gogon, penghuni Blok A1 Nomor 36, mengaku menjadi korban kekerasan ketika berupaya menghentikan pembongkaran sebelum dilakukan dialog.
“Bukannya diajak bicara, saya malah diperlakukan kasar. Saya diseret dan dipukul,” ucapnya sembari menunjukkan luka di tubuh akibat insiden tersebut.
Ia menilai ada dugaan keterlibatan warga dari kampung belakang dalam aksi pemukulan. Gogon menegaskan bakal menempuh jalur hukum dan melaporkan dugaan kekerasan yang dialami kepada pihak berwajib.
Penolakan juga disampaikan warga lain, Catur, yang menilai pembukaan akses jalan bertentangan dengan konsep keamanan satu pintu (one gate system).
“Coba dipikir, Mutiara City itu warganya sekitar 1.000 orang, sementara di sini hanya 300. Harusnya mereka menyiapkan akses sendiri, bukan menggunakan jalan warga kami,” cetusnya.
Warga menuntut pertanggungjawaban atas biaya pengobatan bagi ibu-ibu yang terjatuh dan terinjak saat aksi dorong-dorongan.
Sebagai bentuk protes, mereka berencana membangun kembali pagar pembatas, bahkan sempat muncul wacana mendirikan masjid di atas lahan sengketa agar akses tidak bisa dilalui kendaraan.
Hingga berita ini diterbitkan, warga masih berjaga di sekitar lokasi untuk mempertahankan wilayah perumahan mereka. (cat/mar)







