Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan Dorong Wisata Edukasi Jadi Motor Ekonomi Desa

Sementara itu, Mahdi Haris menyoroti aspek teknis aksesibilitas. Menurut dia, jalur wisata harus dipastikan layak agar pengunjung tidak kapok. 

“Kami sedang memetakan jalur emas wisata. Prioritas pengaspalan dan pelebaran jalan tahun ini diarahkan ke desa wisata rintisan. Wisata edukasi butuh akses yang memadai, bus sekolah maupun bus pariwisata harus bisa masuk sampai lokasi,” ujarnya. 

Disampaikan pula, pembangunan fisik tidak hanya pada objek wisata, tetapi juga pada 'pembuluh darah' berupa jalan yang menghubungkan destinasi.

Sedangkan Akhmad Mujangki menekankan kontribusi wisata edukasi terhadap PAD atau pendapatan asli daerah. Ia juga menambahkan pentingnya digitalisasi, seperti jaringan internet dan sistem pembayaran QRIS, agar pencatatan PAD lebih transparan.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: