Petugas saat melayani salah satu lansia. (Ist).
KOTA KEDIRI,BANGSAONLINE.com - Memasuki bulan Ramadan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menyalurkan Program Keluarga Harapan (PKH) Plus Tahap I bagi lansia di Kota Kediri.
Sebanyak 485 warga lanjut usia menerima bantuan sebesar Rp 500 ribu per orang untuk periode triwulan pertama.
Penyaluran berlangsung di Kantor Bank Jatim Cabang Kediri, Senin (23/2/2026). Program ini menyasar lansia minimal berusia 70 tahun yang masuk dalam desil 1–4 serta tercatat sebagai penerima/komponen lansia PKH berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Kepala Dinas Sosial Kota Kediri, Imam Muttakin, menjelaskan total penerima tahun ini sebanyak 485 orang, terdiri dari 436 penerima lama dan 49 penerima baru.
Data penerima baru diambil dari daftar PKH dengan kriteria usia di atas 70 tahun dan dalam kondisi paling membutuhkan.
“Untuk pengusulannya dilakukan dari kelurahan yang diverifikasi pendamping PKH dan selanjutnya diusulkan ke Provinsi Jawa Timur disertai pengantar dari Dinas Sosial,” jelasnya.
Mekanisme penyaluran masih sama seperti tahun sebelumnya, yakni diberikan setiap tiga bulan sekali sebesar Rp 500 ribu per penerima. Namun, terdapat perubahan pada persyaratan.
“Tahun sebelumnya, penerima tidak boleh Kartu Keluarga tunggal. Sedangkan tahun ini persyaratan penerima ialah lansia secara umum, tidak memandang Kartu Keluarga,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, Dinas Sosial melakukan pengawasan dan monitoring agar penyaluran berjalan lancar dan tepat sasaran.
Mengingat sasaran program adalah lansia, berbagai sumber daya dilibatkan untuk membantu mobilisasi penerima, termasuk TKSK, Tim Reaksi Cepat (TRC), dan pendamping PKH.
Penyaluran dilakukan serentak untuk seluruh kecamatan di Kota Kediri. Sementara 49 penerima baru dijadwalkan menyusul karena masih dalam proses serah terima buku tabungan.
“Adapun syarat pengambilan bantuan, para penerima harus membawa buku tabungan dan KTP asli. Jika diwakilkan, wajib menyertakan surat kuasa dari kelurahan setempat,” tuturnya.
Imam berharap bantuan ini dimanfaatkan sebaik mungkin untuk memenuhi kebutuhan pokok, terutama kebutuhan nutrisi selama Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Salah satu penerima bantuan, Damis (74), warga Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, mengaku telah menerima bantuan tersebut sebanyak empat kali atau selama 12 bulan terakhir. Ia menyebut proses pencairan berjalan lancar.
“Alhamdulillah lancar, petugas juga membantu. Bantuan ini sangat berguna karena saya sudah tidak bekerja. Biasanya untuk beli beras dan kebutuhan sehari-hari,” tuturnya.
Ia berharap program ini ke depan semakin tepat sasaran, khususnya bagi lansia yang sudah tidak bekerja dan dalam kondisi sakit. (uji/van)














