Dindik Jatim Kembali Gelar MTU 2026, 150 Siswa Ikuti Pelatihan Vokasi di Malang dan Batu

Dindik Jatim Kembali Gelar MTU 2026, 150 Siswa Ikuti Pelatihan Vokasi di Malang dan Batu Kadindik Jatim Aries Agung Paewai saat meninjau salah satu sarana dan prasarana milik salah satu SMK di Malang. (Ist)

MALANG, BANGSAONLINE.com – UPT Pengembangan Teknis dan Keterampilan Dinas Pendidikan Jawa Timur (Dindik Jatim) kembali menggelar Mobile Training Unit (MTU) sebagai upaya penguatan kompetensi vokasi siswa SMK dan SMA double track.

Pelatihan yang diikuti oleh 150 siswa tersebut berlangsung sejak 2-7 Maret 2026, difokuskan di Malang dan Batu, tepatnya di lima sekolah, di antaranya SMKN 10 Malang, SMKN 6 Malang, SMKN 9 Malang, SMKN 7 Malang, dan SMKN 11 Malang.

Adapun lima kompetensi keahlian yang diberikan meliputi Teknik Sepeda Motor (TSM), Teknik Pendingin dan Tata Udara (TPTU), videografi, fotografi, serta Programmable Logic Controller (PLC).

Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Jatim, Aries Agung Paewai, mengatakan pemusatan kegiatan di satu wilayah dilakukan agar dampak program lebih optimal bagi sekolah dan masyarakat sekitar.

“Fokus di satu wilayah kita ingin hasilnya lebih maksimal. Kalau dulu lima daerah dengan lima MTU, sekarang satu wilayah tetapi beberapa sekolah. Kehadiran UPT PTKK jadi lebih terasa dengan variasi kompetensi yang diberikan,” ujar Aries kepada Bangsaonline, Jumat (6/3/2026).

Ia menjelaskan, program MTU tidak hanya menyasar SMK, tetapi ke depan juga akan diperluas ke SMA Double Track yang belum memiliki fasilitas praktik sesuai standar. Sejumlah sekolah dinilai masih kekurangan laboratorium maupun peralatan praktik seperti otomotif, tata boga, hingga video dan fotografi.

Menurut Aries, efektivitas pelatihan diukur melalui pretest dan post test yang diberikan kepada seluruh peserta. Langkah ini dilakukan untuk memastikan capaian kompetensi siswa selama mengikuti pelatihan enam hari.

“Kita tidak ingin mengirim peralatan besar beserta instruktur selama seminggu tanpa hasil yang linier. Karena itu ada pretest dan post test untuk mengukur capaian siswa,” terangnya.

Dengan metode tersebut, pihaknya dapat melihat perkembangan pemahaman teori maupun praktik siswa secara terukur. Data evaluasi sebelum dan sesudah pelatihan menjadi dasar untuk perbaikan program selanjutnya.

Aries juga berharap kompetensi tata boga dapat digulirkan dalam pelatihan MTU berikutnya, mengingat tingginya kebutuhan pasar kuliner. Menurutnya, siswa akan mendapatkan pengalaman lebih optimal melalui interaksi langsung dalam praktik memasak berbasis industri.

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO