PT KAI Sampaikan Prihatin Atas Dua Kejadian Tertempernya OTK dan Motor, Tegaskan Rel Harus Steril

PT KAI Sampaikan Prihatin Atas Dua Kejadian Tertempernya OTK dan Motor, Tegaskan Rel Harus Steril Polisi mengamankan salah salah satu perlintasan di Kediri. (Ist)

KEDIRI, BANGSAONLINE.com – Manager Humas Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 7 Madiun, Tohari, menyampaikan bahwa PT KAI Daop 7 Madiun turut prihatin atas dua kejadian tertempernya orang tak dikenal (OTK) dan kendaraan bermotor pada Kamis (19/3/2026).

Ia menjelaskan, dua kejadian tersebut terjadi di lokasi yang berbeda, yakni di petak jalan antara Kediri – Ngadiluwih Kediri dan di perlintasan sebidang JPL 90 emplasemen Baron Nganjuk.

“Pada prinsipnya, jalur kereta api merupakan area steril yang hanya diperuntukkan bagi operasional perjalanan kereta api. Segala bentuk aktivitas masyarakat di jalur rel sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan kecelakaan,” jelas Tohari, Jumat (20/3/2026).

Menurut Tohari, kejadian pertama melibatkan KA 408 (CL Dhoho) yang tertemper OTK di Km 184+800 petak Kediri – Ngadiluwih pada pukul 18.54 WIB. Masinis telah memberikan peringatan dengan membunyikan semboyan 35 berulang kali, namun tidak diindahkan sehingga kejadian tidak dapat dihindari. Peristiwa ini mengakibatkan keterlambatan perjalanan KA selama 2 menit.

Sedangkan kejadian kedua, lanjutnya, melibatkan KA 71 (Mutiara Selatan) yang tertemper sepeda motor di JPL 90 emplasemen Baron pada pukul 19.34 WIB. Kendaraan diketahui menerobos perlintasan yang palang pintunya sudah dalam kondisi tertutup. Akibat kejadian tersebut, perjalanan KA mengalami keterlambatan selama 11 menit.

“Dalam kedua kejadian tersebut, masinis telah menjalankan prosedur keselamatan dengan membunyikan semboyan 35 sebagai peringatan. Namun, karena tidak diindahkan, insiden tidak dapat dihindari,” tambah Tohari.

Tohari kembali mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan dengan mematuhi aturan di sekitar jalur kereta api, di antaranya, tidak beraktivitas di jalur kereta api selain untuk kepentingan operasional, mendahulukan perjalanan kereta api saat melintas di perlintasan sebidang dan tidak menerobos palang pintu yang sudah mulai ditutup.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keselamatan perjalanan kereta api. Disiplin dan kewaspadaan menjadi kunci utama dalam mencegah kecelakaan di perlintasan maupun di jalur rel,” tegas Tohari.

Ditambahkan Tohari, bahwa KAI Daop 7 Madiun juga terus mengingatkan kampanye keselamatan melalui slogan: BERTEMAN (Berhenti, Tengok Kiri-Kanan, Aman, Berjalan).

"Sebagai bagian dari upaya menciptakan perjalanan yang aman dan nyaman, khususnya dalam momentum Mudik 2026, KAI mengajak masyarakat untuk bersama meraih kemenangan dengan tetap mengutamakan keselamatan dalam setiap perjalanan, " tutup Tohari. (uji/msn)