"Hal ini justru dinilai banyak pihak mencoreng penegakan hukum oleh lembaga yang seharusnya anti rasa iba bernama KPK, hingga menimbulkan kecemburuan hebat bagi narapidana lainnya," ujarnya.
Selain korupsi, kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, turut disorot oleh Andi Fajar. Ia menganggap kasus tersebut menjadi simbol betapa korosifnya keadilan saat ini. Kekerasan terhadap pihak-pihak yang berani bersuara kritis dianggap sebagai upaya "membakar" wajah bangsa.
Publik kini menanti apakah pasca-Lebaran ini aktor intelektual di balik serangan tersebut akan terungkap, atau justru tenggelam dalam kesunyian akibat pengalihan isu baru.
"Jika lebaran dan nilai fitri ini tidak dijadikan momentum operasi kulit wajah keadilan yang terbakar, maka hal ini hanya akan menambah rasa perihnya air keras di muka hukum kita. Wajah hukum kita sebenarnya sedang mengalami luka bakar yang lebih parah daripada korban itu sendiri," katanya.










