H.Safik Roffi menerima Cenderamata dari General Manajer PLN Jawa Timur saat Halalbihalal Bassra
BANGKALAN,BANGSAONLINE.com - Sekretaris Badan Silaturahmi Ulama Pondok Pesantren Madura (Bassra), KH Syafik Rofii, menyambut positif berbagai usulan strategis yang mengemuka dalam kegiatan Halal Bihalal di Surabaya, Senin (10/4/2026).
Salah satu usulan yang mencuat adalah rencana pertemuan sekitar 1.000 ulama Madura dengan Presiden RI, Prabowo Subianto. Gagasan tersebut disampaikan oleh tokoh Madura sekaligus inisiator pembentukan Provinsi Madura, H Zaini.
BACA JUGA:
- Apresiasi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, YRJI Ajak Masyarakat Dukung Kinerja Presiden Prabowo
- Konferda Projo Jatim Tegaskan Dukungan untuk Pemerintahan Prabowo-Gibran
- Tuntut Madura Jadi Provinsi, Tokoh Madura Mau Ajak 1.000 Kiai ke Istana
- Prof Imam Ghazali Said Dorong Bassra Lebih Responsif dan Berkelanjutan
“Usulan agar ulama Bassra bersama sekitar 1.000 ulama Madura menghadap Presiden merupakan langkah baik untuk menata Madura ke depan,” ujar KH Syafik.
Ia menegaskan, seluruh masukan baik berupa kritik konstruktif maupun gagasan strategis akan dibahas lebih lanjut dalam forum internal organisasi.
Hal itu disampaikannya di sela kegiatan Halal Bihalal dan bedah buku Potret Perjuangan Ulama Bassra yang digelar di Ruang Majapahit, Gedung PLN Surabaya.
Sementara itu, H Zaini mengajak para ulama yang tergabung dalam Bassra untuk bersama-sama menemui Presiden guna membahas arah pembangunan Madura ke depan.
Ia bahkan menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi kebutuhan keberangkatan para ulama ke Istana Negara.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




