Mislicha, penjual cilok keliling dari Kota Pasuruan.
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Mislicha, penjual cilok keliling asal Kota Pasuruan, akhirnya mewujudkan impian berangkat ke Tanah Suci di usia 85 tahun. Ia dijadwalkan bertolak bersama anaknya, Mariatul Qibtiyah, pada Kamis (23/4/2026) sebagai bagian dari kloter 10 Embarkasi Surabaya.
Berdasarkan data Kementerian Agama Kota Pasuruan, Mislicha tercatat sebagai calon jemaah haji tertua tahun ini. Selama 50 tahun, Mislicha menggantungkan hidup dari berjualan cilok dengan mendorong gerobak kecil di Gang Empat, Jalan Patimura, Kelurahan Bugul Kidul.
BACA JUGA:
- Seluruh Jemaah Haji Indonesia Tinggalkan Mina, Fase Puncak Haji 1447 H Berakhir
- Hari Tasyrik Ketiga, Jemaah Haji Nafar Tsani Mulai Bergerak dari Mina ke Makkah
- Mobile Crisis Rescue dan 19 Armada Mobil Golf Perkuat Pelindungan Jemaah Haji Selama di Mina
- Antisipasi Kepadatan dan Respons Cepat Kedaruratan, Kemenhaj Siagakan Mobile Crisis Rescue
Dari penghasilan sederhana itu, ia menabung Rp10 ribu setiap hari dan mengikuti arisan kecil hingga terkumpul biaya pendaftaran haji sebesar Rp25 juta pada 2017.
“Tidak menyangka bisa berangkat secepat ini,” kata keluarganya saat dikonfirmasi.
Mislicha telah ditinggal suami sejak 15 tahun lalu dan membesarkan delapan anak seorang diri. Kini ia juga menjadi nenek dari 22 cucu.
Seluruh biaya keberangkatan haji berasal dari jerih payahnya sendiri. Anaknya, Mariatul Qibtiyah, turut mendampingi dan membantu sang ibu berjualan hingga mimpi itu terwujud.
Menjelang keberangkatan, Mislicha berencana menggelar syukuran sederhana untuk memohon doa restu dari tetangga dan kerabat.
Di lingkungannya, ia dikenal sebagai sosok ulet dan telaten, bukan hanya sebagai penjual cilok, tetapi juga simbol keteguhan. (maf/par/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




