Ramadhan Isa, Koordinator Nasional Poros Muda NU. Foto: Ist.
"Pak Amien seperti menyampaikan rumor yang beredar di media sosial. Tentu itu sangat gegabah, karena tidak terverifikasi kebenarannya," ujar Alumni PMII Ciputat tersebut.
Dhani menekankan pentingnya klarifikasi sebelum melempar narasi ke publik, terutama jika menyangkut martabat pemimpin nasional dan pejabat negara.
Meski narasi yang disampaikan Amien Rais dinilai menyakitkan secara personal, PMNU memberikan apresiasi tinggi kepada Presiden Prabowo Subianto yang memilih untuk tidak bereaksi berlebihan dan tetap fokus pada kerja-kerja pelayanan rakyat.
"Apa yang disampaikan Amien Rais dalam video itu memang menyakitkan karena menyerang personal Presiden Prabowo. Namun ia tidak terpengaruh dan bereaksi sedikit pun. Ini membuktikan kualitas Prabowo bukan sekadar Presiden tapi seorang negarawan. Ini tentu kami apresiasi," pungkas Dhani.
Di sisi lain, Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Meutya Hafid, memastikan bahwa pihaknya telah mengambil langkah tegas dengan memutus akses (takedown) video asli di kanal resmi Amien Rais karena dianggap melanggar aturan konten digital terkait fitnah dan hoaks. (mdr/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




