Ringkasan Berita
- Pemkab Kediri menggelar pertemuan dengan Putra Sampoerna Foundation untuk membahas kelanjutan pendidikan dan beasiswa bagi lulusan pertama SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School.
- Program sekolah asrama gratis ini bertujuan memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan, dengan 126 siswa angkatan pertama telah lulus.
- Sebanyak 84 lulusan berhasil lolos seleksi ke perguruan tinggi negeri, swasta, atau kedinasan, dan 33 di antaranya mendapatkan beasiswa.
- Bupati Hanindhito Himawan Pramana mengapresiasi dukungan PSF dan menekankan pentingnya mempertahankan kualitas sistem pengajaran yang telah baik.
- Pertemuan juga membahas program pelatihan untuk peningkatan kapasitas guru di Kabupaten Kediri sebagai bagian dari pengembangan sekolah.
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Komitmen Pemkab Kediri menyediakan akses pendidikan gratis bagi anak-anak keluarga miskin melalui SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School membuahkan hasil dengan kelulusan ratusan siswa angkatan pertama.
Sekolah berasrama gratis yang digagas Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, ini ditujukan untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas pendidikan.
Pada Rabu (20/5/2026), ia bersama Ketua Yayasan Dharma Wanita Kabupaten Kediri, Eriani Annisa Hanindhito, menggelar pertemuan dengan Putra Sampoerna Foundation (PSF), dan pihak sekolah untuk membahas perkembangan boarding school, termasuk kelanjutan pendidikan siswa yang lulus tahun ini.
"Highlight dari pertemuan ini, pertama kita membicarakan bagaimana anak-anak ini bisa tetap mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya," kata Bupati Kediri.
Sejak berdiri, Pemkab Kediri memberikan dukungan penuh berupa program beasiswa. Dhito juga mengapresiasi PSF yang menjadi mitra dalam pendampingan siswa dan guru.
Dari 126 siswa angkatan pertama, 84 berhasil lolos seleksi masuk perguruan tinggi negeri, swasta, maupun kedinasan, dengan 33 di antaranya memperoleh beasiswa. Bupati Kediri berharap, kualitas pendidikan dan sistem pengajaran yang telah berjalan baik tetap dipertahankan.
"Besar harapan kami jangan sampai sistemnya menjadi kendor," ujarnya.
Selain membahas kelanjutan pendidikan, pertemuan juga menyinggung program pelatihan peningkatan kapasitas guru di Kabupaten Kediri. (uji/mar)










