Dapur MBG Ditutup Sementara Usai Keracunan Massal Puluhan Siswa SMAN 1 Kokop Bangkalan

BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Kasus dugaan keracunan yang menimpa 84 siswa di sejumlah sekolah di Kecamatan Kokop terus didalami dengan pemeriksaan laboratorium dan investigasi epidemiologis oleh tim kesehatan.

Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan telah melakukan pengambilan sampel makanan dan muntahan korban untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut.

Ketua Satgas MBG Bangkalan, Bambang Budi Mustika, mengatakan tim Dinkes telah diterjunkan ke lapangan sejak Kamis (4/6/2026), sesaat setelah kasus tersebut dilaporkan.

Petugas kemudian mengambil sejumlah sampel untuk diuji di laboratorium di Surabaya.

"Sampel yang sudah diamankan untuk uji lab ada sampel makanan dan muntahan itu," ungkap Bambang, Jumat (5/6/2026).

Menurutnya, hasil pemeriksaan laboratorium diperkirakan baru dapat diketahui dalam 10 hingga 15 hari ke depan. Karena itu, hingga saat ini penyebab pasti dugaan keracunan masih belum dapat dipastikan.

"Kita tunggu 10 sampai 15 hari ke depan, nanti dari hasil lab akan diketahui penyebabnya," ujarnya.

Selain melakukan pengujian sampel, tim kesehatan juga melaksanakan pemeriksaan epidemiologis terhadap seluruh penerima program MBG di wilayah tersebut yang jumlahnya mencapai 3.723 orang.

Pemeriksaan dilakukan terhadap seluruh kelompok penerima manfaat, mulai dari peserta didik tingkat PAUD hingga SMA, termasuk balita, ibu hamil, dan ibu menyusui yang tergabung dalam kelompok 3B.

"Karena dari ribuan penerima itu hanya 84 siswa yang dibawa ke puskesmas. Sehingga perlu dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh," katanya.

Bambang menjelaskan, pihaknya juga telah melaporkan kejadian tersebut kepada Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai tindak lanjut penanganan kasus.

Sebagai langkah antisipasi, operasional dapur penyedia MBG yang diduga terkait dengan kasus tersebut dihentikan sementara hingga proses investigasi selesai dilakukan.

"Sesuai Permenkes Nomor 2 Tahun 2013, jika karena keracunan pangan ada dua orang atau lebih dengan memakan makanan yang sama dan gejala yang sama, maka ditetapkan sebagai KLB. Sehingga, hari ini BGN menghentikan sementara dapur itu," ungkap Bambang.

Sementara itu, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kokop Dupok 1 masih bungkam saat dimintai keterangan oleh awak media. (van/rev)


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: