"Sampel yang sudah diamankan untuk uji lab ada sampel makanan dan muntahan itu," ungkap Bambang, Jumat (5/6/2026).
Menurutnya, hasil pemeriksaan laboratorium diperkirakan baru dapat diketahui dalam 10 hingga 15 hari ke depan. Karena itu, hingga saat ini penyebab pasti dugaan keracunan masih belum dapat dipastikan.
BACA JUGA:Komisi IX DPR Soroti Refocusing MBG untuk Kelompok Rentan, Ribuan Dapur Terancam Tak Terpakai
"Kita tunggu 10 sampai 15 hari ke depan, nanti dari hasil lab akan diketahui penyebabnya," ujarnya.
Selain melakukan pengujian sampel, tim kesehatan juga melaksanakan pemeriksaan epidemiologis terhadap seluruh penerima program MBG di wilayah tersebut yang jumlahnya mencapai 3.723 orang.









