Aksi damai mendukung program MBG di Malang.
MALANG, BANGSAONLINE.ocm - Dukungan terhadap program MBG atau Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo terus menguat. Sejumlah tokoh di Malang Raya bersama ribuan simpatisan menggelar aksi damai di kawasan Bundaran Alun-Alun Tugu, Sabtu (20/6/2026).
Koordinator aksi, Gandung Panjalu, menjelaskan kegiatan ini berawal dari keresahan pelaku usaha mikro, petani, peternak, hingga pedagang sayur yang menilai polemik dan narasi negatif terkait program MBG tidak sejalan dengan kondisi di lapangan.
BACA JUGA:
- DPRD Kabupaten Malang Dorong Islah Polemik Akses Bendungan Karangkates
- Proyek Jalan Kembar Gadang-Bumiayu Dimulai, Pemkot Malang Targetkan Rampung Akhir November
- Metropoint Malang Akui PBG Masih Berproses, Target Rampung dalam Dua Bulan
- Anggaran Infrastruktur Disunat Rp60 Miliar, DPUBM Kabupaten Malang Prioritaskan Jembatan dan Jalan
“Melalui kegiatan ini kami ingin menggaungkan energi positif agar program-program pemerintah, khususnya MBG, dapat berjalan dengan dukungan masyarakat. Kami berharap target penerima manfaat yang dicanangkan Presiden Prabowo, yakni mencapai 82 juta orang, dapat terwujud,” ujarnya.
Inisiator aksi, Djoni Sudjatmoko, menilai sebuah negara membutuhkan optimisme dan dukungan bersama untuk berkembang. Ia mengajak masyarakat melihat manfaat nyata dari program MBG yang dinilai memberi dampak positif bagi masyarakat luas.
Menurut dia, sejumlah persoalan yang sempat muncul, seperti kasus keracunan makanan, telah ditangani dengan evaluasi dan perbaikan, terutama terkait standar kebersihan dan pengawasan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Di lapangan, pelaksanaan MBG saat ini sudah jauh lebih baik. Sistem pengawasan dan standar kebersihan terus diperbaiki sehingga kesalahan dapat diminimalkan,” katanya.
Djoni menambahkan, program MBG tidak hanya memberi manfaat bagi penerima, tetapi juga menggerakkan perekonomian masyarakat di tingkat bawah. Permintaan bahan pangan yang stabil dinilai membantu petani, peternak, dan pelaku UMKM sebagai pemasok kebutuhan program.
“Bagi petani dan peternak, program ini sangat membantu karena permintaan menjadi lebih stabil. Kebutuhan bahan pangan untuk pemenuhan gizi harus terus tersedia, sehingga roda ekonomi di tingkat bawah ikut bergerak,” paparnya.
Ia berharap dukungan masyarakat dapat memperluas penerima manfaat MBG sehingga program ini memberi dampak lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat dan penguatan ekonomi nasional. (dad/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




