Muhammad Sarmuji. Foto: Kabar Golkar
JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Pernyataan mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer (Noel) yang menyebut pada Juni-Juli 2026 bakal ada aksi penggulingan Presiden Prabowo Subianto mendapat respons dari Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar Muhammad Sarmuji. Sebelum gerakan aksi itu terjadi, menurut Noel, akan ada penangkapan sejumlah pebabat oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Potensi seperti itu selalu ada. Tapi untuk terjadinya gejolak politik harus ada raison de’etre atau alasan untuk terjadi. Pemerintah harus tanggap situasi dan yang penting menutup raison de’etre-nya," ujar Sarmuji dikutip Suara.com, Jumat (5/6/2026).
BACA JUGA:
- Juni-Juli Bakal Ada Peristiwa Besar, Noel: Prabowo Bakal Digulingkan, Tinggal Butuh Pemicu
- Muscam Golkar Blimbing Kota Malang Tetapkan Nedy Zunaedi sebagai Ketua PK Secara Aklamasi
- Sediakan Bantuan Hukum Gratis, DPD Golkar Kota Malang Launching LBH
- Golkar Malang Benahi Struktur Organisasi di Tingkat Kecamatan
Mantan Ketua Golkar Jawa Timur itu menegaskan bahwa dalam dunia politik, potensi terjadinya gejolak akan selalu ada. Namun, tegas Sarmuji, sebuah gerakan massa besar tidak akan terjadi tanpa adanya alasan mendasar atau raison d’etre.
Menurut Sarmuji, ada tiga faktor utama yang bisa menjadi pemicu atau raison d’etre dari ketidakstabilan politik.
Pertama, kata Sarmuji, adalah faktor ekonomi terkait daya beli masyarakat. Kedua, mengenai fundamental ekonomi, dan ketiga adalah legitimasi politik.
"Raison de’etre itu adalah kenaikan harga yang tidak terjangkau, kerusakan fundamental ekonomi, dan anjloknya dukungan politik," ujar politisi kelahiran Surabaya 10 Juni 1974 itu.
Sarmuji optimistis terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo. Ia meyakini pemerintah saat ini masih memiliki kendali penuh untuk mencegah faktor-faktor pemicu tersebut muncul ke permukaan.
“Saya meyakini hingga saat ini, pemerintah masih bisa mengendalikan situasi. Raison de’etre-nya masih bisa dicegah," kata alumnus Universitas Jember (Unej) Jawa Timur dan Univesitas Indonesia (UI) Jakarta itu.
"Kami sebagai partai pendukung akan terus berusaha agar pemerintah sukses menjalankan program, sehingga dukungan publik tetap tinggi. Alhamdulillah hingga saat ini dukungan rakyat terhadap pemerintah masih cukup besar," tambah Sarmuji.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




