Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya. Foto: CNN
JAKARTA, BANGSAONLINE.com – Surat tulisan tangan Irjen Pol (Purn) Sony Sanjaya, eks Wakil Kepala BGN, yang ditujukan kepada Nanik S Deyang hingga kini masih menyimpan misteri. Namun Krisna Murti, pengacara Sony Sanjaya, meyakini bahwa Nanik S Deyang yang baru dilantik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional memahami arti dari pesan 'hadiah indah'.
Meski demikian Krisna enggan menjelaskan makna tulisan Sony yang ditujukan kepada Nanik. Ia mengatakan Sony malah minta bertanya kepada pengganti Kepala BGN Dadan Hindayana itu.
BACA JUGA:
- Ironi Penangkapan Eks Kepala BGN dan Kasus Teddy vs Dino Patti Djalal
- Breaking News! Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung Atas Dugaan Jual Beli Titik SPPG
- Dadan Hindayana, Mantan Kepala BGN Dijemput Paksa Kejagung
- Senator Lia Istifhama Puji Kepala BGN: Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis di Jatim Paling Progresif
"Dia (Sony) bilang, 'Kau tanyakan sendirilah dengan orangnya'," ujar Krisna Murti menirukan jawaban Sony, kepada wartawan, dituip Publicanews di Kejagung Jakarta, Senin (8/6/2026).
Seperti diberitakan, tulisan tangan Sony pada secarik kertas diunggah melalui akun Instagram pribadinya @sonysonjayabd, Rabu (3/6) malam. Tulisan itu menyebutkan ucapan terima kasih kepada Nanik karena 'hadiah yang indah' yang diberikan kepada Sony.
Pesan itu diunggah pada hari Sony ditetapkan sebagaj tersangka dan ditahan penyidik Kejaksaan Agung dalam perkara dugaan korupsi tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sebelum diangkat sebagai Kepala BGN, Nanik S Deyang menjabat sebagai Wakil Kepala BGN besama Sony dan Letjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung. Namun ketika Kepala BGN Dadan Hindayani ditangkap Kejagung, Sony dan Pusung juga ditangkap. Hanya Nanik S Deang yang tersisa. Nanik kemudian dilantik sebagai kepala BGN oleh Presiden Prabowo Subianto.
Sebelumnya, pengacara Sony lainnya, Elza Syarief mengatakan Sony bakal mengungkap 26 nama yang terlibat dalam sengkarut korupsi BGN. Untuk itu, Sony mengajukan diri sebagai justice collaborator.
Nama-nama itu tertulis dalam handphone milik Sony yang sekarang disita penyidik Kejagung. Meski demikin Sony menceritakan dalam berita acara pemeriksaan (BAP). Sony mengungkap 26 nama itu karena dia tak mau disalahkan sendirian dalam dugaan korupsi penentuan yayasan pemegang titik SPPG.
Nama-nama itu sampai sekarang masih misteri. Namun banyak sekali spekulasi yang berkembang menyebut nama-nama besar eksekutif dan legislatif. Siapa saja. Kita tunggu saja “nyanyian” Sony Sonjaya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




