Wali Kota Malang Minta ASN Tingkatkan Integritas dan Profesionalisme

Ringkasan Berita
  • Wali Kota Malang Wahyu Hidayat melantik 50 PNS baru dan 9 ASN ke jabatan fungsional, dengan harapan mereka membawa energi, ide, dan semangat baru untuk memperkuat kapasitas SDM pemerintah daerah.
  • Pelantikan ASN ke jabatan fungsional ditegaskan bukan sekadar formalitas, melainkan awal pengabdian sebagai abdi negara yang harus menghadapi tantangan birokrasi yang semakin kompleks dan tuntutan layanan publik yang lebih tinggi.
  • Wali Kota menyampaikan tiga pesan utama kepada PNS baru: menjunjung tinggi integritas, memberikan pelayanan dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab, serta terus meningkatkan kapasitas diri melalui pembelajaran dan penguasaan teknologi.
  • Pemkot Malang mulai menerapkan sistem manajemen talenta sebagai bagian dari reformasi birokrasi, yang bertujuan menempatkan jabatan secara terukur berdasarkan kompetensi dan kinerja ASN untuk menciptakan tata kelola yang profesional dan berorientasi pelayanan.
  • Sistem manajemen talenta diharapkan dapat memberikan ruang pengembangan karier yang objektif dan transparan bagi ASN yang memiliki kompetensi dan kinerja terbaik, sebagai upaya meningkatkan efektivitas dan responsivitas organisasi.

KOTA MALANG, BANGSAONLINE.com Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan bahwa kehadiran PNS baru diharapkan membawa semangat, inovasi, dan energi baru.

Hal tersebut disampaikan ketika mengambil sumpah dan janji 50 Pegawai Negeri Sipil (PNS) formasi tahun 2024, serta melantik 9 aparatur sipil negara (ASN) ke jabatan fungsional di lingkungan Pemkot Malang, Selasa (9/6/2026).

Pengambilan sumpah dan pelantikan ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah setempat dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia aparatur guna meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Keberadaan para PNS baru ini akan menambah energi, ide, dan semangat baru dalam menjalankan tugas pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan kepada masyarakat. Sekaligus melengkapi kebutuhan SDM pada perangkat daerah agar kinerja organisasi semakin efektif, responsif, dan profesional,” kata Wahyu.

Selain itu, ia menekankan pelantikan ASN ke jabatan fungsional bukan sekadar formalitas, melainkan awal pengabdian sebagai abdi negara. Ia mengingatkan tantangan birokrasi semakin kompleks seiring meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap layanan cepat, transparan, dan mudah diakses.

“ASN yang dibutuhkan saat ini adalah aparatur yang kompeten, berintegritas, adaptif, dan memiliki semangat melayani,” ujarnya.

Wahyu juga menyampaikan 3 pesan utama kepada PNS formasi 2024, yakni menjunjung tinggi integritas, memberikan pelayanan dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab, serta terus meningkatkan kapasitas diri melalui pembelajaran dan penguasaan teknologi.

Ia menambahkan, Pemkot Malang mulai menerapkan sistem manajemen talenta sebagai dasar pengembangan karier ASN. 

“Dengan manajemen talenta, kita bisa melihat kompetensi dan kinerja ASN secara jelas. Penempatan jabatan akan dilakukan lebih terukur berdasarkan potensi dan profesionalisme masing-masing ASN,” paparnya.

Menurut dia, sistem ini menjadi bagian dari reformasi birokrasi untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang profesional, efektif, dan berorientasi pada pelayanan publik. 

“Melalui sistem ini, ASN yang memiliki kompetensi dan kinerja terbaik akan mendapatkan ruang pengembangan karier secara objektif dan transparan,” pungkasnya. (dad/mar)