Relokasi Pasar Gadang Dikebut, Pemkot Malang Beri Waktu Pedagang hingga 15 September

KOTA MALANG,BANGSAONLINE.com - Waktu pedagang Pasar Gadang untuk menuntaskan relokasi tinggal menghitung hari karena Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menetapkan 15 September 2026 sebagai batas akhir pembongkaran mandiri dan perpindahan pedagang.

Jika hingga tenggat tersebut proses relokasi belum selesai, Pemkot Malang memastikan pembongkaran Pasar Gadang dimulai pada 16 September 2026.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menegaskan tidak ada lagi perubahan jadwal yang disiapkan Pemkot Malang.

Kepastian tersebut disampaikan saat ditemui di Gedung DPRD Kota Malang, Rabu (2/9/2026).

“15 September adalah batas terakhir membongkar. Apabila 15 September sudah selesai, tanggal 16 September 2026 kita akan bongkar pasar,” tegas Wahyu.

Menurutnya, proses relokasi bukan keputusan sepihak pemerintah.

Pedagang telah menyepakati mekanisme relokasi sekaligus pembangunan lokasi baru secara mandiri.

Karena itu, Pemkot Malang tidak melakukan intervensi terhadap proses pembangunan tempat relokasi tersebut.

“Relokasi ini dilaksanakan, dibangun oleh pedagang itu sendiri. Mereka sudah menyepakati sendiri, tidak ada intervensi dari kita,” ujarnya.

Di sisi lain, Pemkot Malang memastikan proses relokasi tetap berada dalam koridor administrasi pemerintahan.

Inspektorat telah diminta melakukan review terhadap tahapan yang sudah berjalan, termasuk memastikan prosedur yang ditempuh telah sesuai ketentuan.

“Kami sudah minta ke Inspektorat untuk mereview, memberikan pendapat, apakah langkah-langkah yang sudah dilaksanakan secara administrasi itu sudah sesuai,” jelas Wahyu.

Wahyu mengatakan tanggal 15 September sebelumnya juga telah menjadi komitmen para pedagang.

Penentuan waktu tersebut merupakan hasil kesepakatan pedagang dengan mempertimbangkan waktu yang dinilai tepat untuk pelaksanaan relokasi.

Di tengah proses relokasi pedagang, pekerjaan jalan di kawasan Pasar Gadang juga terus dikebut.

Pemkot Malang memastikan proyek tersebut berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Wahyu menyebut progres pekerjaan sejauh ini masih dalam batas yang dapat ditoleransi.

Berdasarkan pemantauan terakhir, capaian pekerjaan tercatat sekitar lima persen di bawah target.

“Jalannya sesuai dengan rencana, tetap sesuai dengan waktu yang sudah ditetapkan. Sampai saat ini kemarin hanya minus lima persen dari target dan ini masih logis,” ungkapnya. (dad/van)