BANGSAONLINE.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mengembangkan Indonesia Anti-Scam Application sebagai kanal pengaduan baru bagi masyarakat terkait kasus penipuan keuangan. Aplikasi ini akan menjadi alternatif selain portal Indonesia Anti-Scam Center (IASC).
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, menyampaikan hal tersebut dalam acara Perempuan Berdaya Finansial: Literasi Keuangan Keluarga untuk Mewujudkan Masyarakat Sejahtera di Jakarta, Selasa (9/6/2026).
“Dalam waktu dekat, kami mencoba men-develope sebuah aplikasi yang harus ada di handphone-nya Ibu-ibu, yaitu Indonesia Anti-Scam Application. Mengadunya bisa lewat application, selain melalui tentunya (portal) scam center (IASC),” ujarnya.
Menurut dia, aplikasi ini bertujuan melindungi konsumen industri jasa keuangan sekaligus meningkatkan akses keuangan masyarakat. Selain membangun platform pengaduan, OJK juga memperkuat literasi keuangan melalui Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan).
“Tahun 2025 kami melakukan 37 ribu kegiatan edukasi (keuangan) dan menjangkau 4,5 juta peserta di seluruh Indonesia,” tuturnya.
OJK juga menyediakan platform Learning Management System Edukasi Keuangan (LMSKU) sebagai sarana pembelajaran daring, buku seri literasi keuangan, serta akun media sosial Sikapi Uangmu. Untuk segmen syariah, tersedia platform Sahabat Ibu Cakap Literasi Keuangan Syariah (SICANTIKS) yang telah mengedukasi 16 ribu peserta.
Hingga kini, OJK telah membentuk 39 ribu duta literasi keuangan, termasuk 1.665 dari kelompok perempuan dan ibu rumah tangga. Untuk memperluas jangkauan, OJK akan bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK yang memiliki enam juta kader.
“Ini komitmen yang menunjukkan keberpihakan kami kepada Ibu-ibu semua untuk melakukan transformasi ekonomi melalui transformasi pengelolaan keuangan keluarga,” kata Dicky.
Sejak 1 Januari hingga 20 Mei 2026, OJK telah menyelenggarakan 1.792 kegiatan edukasi keuangan dengan 8,24 juta peserta. Platform Sikapi Uangmu menerbitkan 153 konten edukasi dengan 1,37 juta penonton, sementara LMSKU mencatat 9.435 pengguna dengan 7.644 akses modul dan 5.625 sertifikat kelulusan. (rom)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




