Ringkasan Berita
- Ketua OJK menegaskan stabilitas sektor jasa keuangan Indonesia tetap terjaga di tengah ketidakpastian geopolitik global, didukung oleh bauran kebijakan fiskal dan moneter yang memadai.
- Perbankan nasional menunjukkan kinerja positif dengan pertumbuhan kredit mencapai 12,67% (yoy) menjadi Rp9.081 triliun, didorong terutama oleh kredit investasi yang tumbuh 24,9%.
- Indikator kesehatan perbankan solid: likuiditas memadai (LCR 182,75%), kualitas kredit membaik (NPL gross turun ke 2,09%), dan permodalan kuat (CAR 23,70%).
- Ekonomi domestik menunjukkan ketahanan dengan inflasi Juli 2026 yang terkendali di 2,88% (yoy) dan aktivitas manufaktur kembali ekspansif (PMI 50,2).
BANGSAONLINE.com - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, menegaskan sektor jasa keuangan tetap stabil di tengah ketidakpastian geopolitik dan tekanan inflasi global. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK pada 29 Juli 2026.
“Stabilitas sektor jasa keuangan tetap terjaga didukung oleh bauran kebijakan fiskal dan moneter yang memadai,” kata Friderica melalui keterangan tertulis yang diterima BANGSAONLINE.com, Kamis (6/8/2026).
Ketegangan di Timur Tengah akibat gagalnya gencatan senjata AS–Iran mendorong kenaikan harga minyak. IMF merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2026 menjadi 3 persen dari sebelumnya 3,1 persen.
Kendati demikian, perkembangan investasi kecerdasan buatan (AI) dinilai menjadi faktor penyeimbang prospek ekonomi global. Di dalam negeri, inflasi Juli 2026 tercatat 2,88 persen yoy, sementara aktivitas manufaktur kembali ekspansif dengan PMI 50,2.
OJK menilai, kondisi tersebut menunjukkan ketahanan ekonomi nasional tetap terjaga. Kinerja perbankan juga menunjukkan tren positif.
Pertumbuhan kredit Juni 2026 mencapai 12,67 persen yoy menjadi Rp9.081 triliun. Kredit investasi tumbuh tertinggi 24,9 persen, diikuti kredit modal kerja 8,94 persen dan kredit konsumsi 5,75 persen.
Lalu, kredit korporasi naik 20,45 persen yoy, sedangkan kredit UMKM tumbuh 1,05 persen yoy. Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 10,21 persen yoy menjadi Rp10.282 triliun.
Rasio likuiditas industri perbankan menurun namun masih memadai, dengan AL/NCD 101,92 persen dan AL/DPK 23,08 persen. Liquidity Coverage Ratio (LCR) tercatat 182,75 persen.
Kualitas kredit membaik dengan NPL gross turun ke 2,09 persen dan NPL net stabil di 0,82 persen. Loan at Risk (LaR) tercatat 8,47 persen. Profitabilitas bank (ROA) berada di level 2,47 persen, sementara permodalan kuat dengan CAR 23,70 persen.
“Pertumbuhan kredit perbankan terus menguat dengan profil risiko yang terjaga. Kualitas kredit juga membaik, mencerminkan ketahanan sektor perbankan yang semakin kuat,” urai Friderica. (mid/mar)










