Bahas Agenda Muktamar, Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2026 Resmi Dibuka di Ponpes Ploso

Bahas Agenda Muktamar, Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2026 Resmi Dibuka di Ponpes Ploso Dari kiri, KH. Amin Said Husni (Sekretaris SC), H. Saifullah Yusuf (Ketua OC sekaligus Sekretaris Jenderal PBNU) KH. Ahmad Said Asrori (Ketua SC sekaligus Katib 'Aam PBNU) dan Prof. M. Nuh (Pengurus PBNU). Foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE

KEDIRI, BANGSAONLINE.com – Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, menjadi pusat perhatian warga Nahdliyin. Pada Sabtu (20/6/2026) malam, pesantren legendaris ini resmi membuka perhelatan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama 2026. Salah satu agenda krusial yang dibahas dalam forum tertinggi kedua di NU ini adalah persiapan Muktamar ke-35 NU.

Ketua Organizing Committee (OC) sekaligus Sekretaris Jenderal PBNU, H. Saifullah Yusuf (Gus Ipul), menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam atas kesiapan total dari pihak tuan rumah. Kolaborasi kilat antara panitia pusat, PWNU, PCNU, serta keluarga besar pesantren membuat persiapan matang dalam waktu singkat.

"Kami sangat berterima kasih kepada Pondok Pesantren (Al Falah) Ploso yang telah bekerja keras, bahkan dalam beberapa hari terakhir ini panitia lokal bekerja efektif hingga 24 jam. Insyaallah, semuanya sudah siap dan kita berharap seluruh peserta bisa terfasilitasi dengan baik," ujar Gus Ipul saat memberikan keterangan pers, Sabtu (20/6/2026) sore .

Gus Ipul menambahkan, rangkaian sidang komisi dan acara inti akan berlangsung selama dua hari di Kediri. Setelah itu, penutupan resmi dijadwalkan bergeser ke Bangkalan, Madura, pada Selasa, 23 Juli 2026, yang rencananya akan dihadiri langsung oleh Presiden RI.

Ketua Steering Committee (SC) sekaligus Katib 'Aam PBNU, KH. Ahmad Said Asrori, menegaskan bahwa Munas dan Konbes kali ini membawa misi penting yang melampaui urusan internal organisasi, termasuk merespons dinamika global yang penuh tantangan.

"Munas dan Konbes ini membahas masalah-masalah diniyah (keagamaan), menyangkut fadhilah, maulidiyah, hingga masalah organisasi serta rekomendasi program. Semua ini berhubungan erat dengan kehidupan berbangsa, bernegara, dan beragama di negara yang kita cintai ini," tutur KH. Ahmad Said Asrori.

Melalui forum ini, ia berharap NU dapat melahirkan keputusan-keputusan strategis yang membawa kemaslahatan luas. "Harapannya berjalan dengan baik, gembira, dan bahagia. Kegiatan ini ingin menghasilkan keputusan yang bermanfaat bagi warga NU, warga pesantren, dan seluruh rakyat Indonesia, terlebih saat ini dunia memang sedang tidak baik-baik saja," imbuhnya.

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO