Basarnas Siap Kirim Tim SAR Bantu Korban Gempa Venezuela Jika Diminta

JAKARTA,BANGSAONLINE.com - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menyatakan kesiapan mengirimkan tim pencarian dan penyelamatan ke Venezuela untuk membantu proses evakuasi korban gempa bumi yang melanda negara tersebut setelah pemerintah setempat menetapkan status darurat nasional.

Deputi Operasi Basarnas Edy Prakoso mengatakan pengiriman tim SAR Indonesia akan dilakukan apabila terdapat keputusan resmi dari Pemerintah Indonesia.

"Jadi Basarnas selalu siap bila diminta untuk membantu evakuasi korban gempa di Venezuela atas keputusan pemerintah pusat," kata Edy saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (25/6/2026).

Menurutnya, Indonesia memiliki tim pencarian dan pertolongan internasional yang tergabung dalam Indonesia Search and Rescue (INASAR), termasuk personel Basarnas yang telah mengantongi sertifikasi medium class dari International Search and Rescue Advisory Group (INSARAG).

Edy menjelaskan, INASAR memiliki pengalaman dalam penanganan bencana gempa bumi di berbagai negara, termasuk Myanmar dan Turki. Namun hingga kini, Basarnas belum menerima permintaan resmi dari Venezuela terkait bantuan kemanusiaan maupun operasi pencarian dan pertolongan.

"Berdasarkan pantauan aplikasi yang dimiliki Basarnas, belum ada permintaan resmi dari negara terdampak terkait bantuan kemanusiaan maupun operasi SAR," ujarnya.

Basarnas juga belum memperoleh informasi mengenai adanya langkah diplomatik dari pemerintah Venezuela melalui kedutaan besarnya untuk meminta bantuan kepada Pemerintah Indonesia.

Edy menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Brasil guna memastikan ada atau tidaknya warga negara Indonesia (WNI) yang terdampak akibat gempa tersebut.

"Saya juga sudah menanyakan langsung ke KBRI di Brasil untuk mengonfirmasi apakah ada WNI yang ikut terdampak oleh kejadian bencana tersebut," katanya.

Sebelumnya, Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) melaporkan dua gempa kuat berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang Venezuela pada Rabu waktu setempat.

Pusat gempa tercatat berada sekitar 16 kilometer dari Kota Moron dan 24 kilometer dari San Felipe.

Guncangan tersebut menyebabkan kerusakan luas di sejumlah wilayah dan mendorong pemerintah Venezuela menetapkan status darurat nasional.

Pelaksana Tugas Presiden Venezuela Delcy Rodriguez mengatakan bandara utama negara itu, Maiquetia, ditutup sementara setelah mengalami kerusakan parah akibat gempa.

Rodriguez menyebut sejumlah wilayah terdampak paling serius, termasuk ibu kota Caracas yang dilaporkan mengalami keruntuhan bangunan di berbagai lokasi.

Kerusakan signifikan juga dilaporkan terjadi di negara bagian Miranda, La Guaira, Aragua, Carabobo, dan Falcon.

Pemerintah Venezuela saat ini terus melakukan penanganan darurat, termasuk pendataan korban dan pemulihan infrastruktur di wilayah yang terdampak gempa bumi.