BPBD Sampang Minta Warga Waspadai Kahutla di Musim Kemarau

Ringkasan Berita
  • BPBD Sampang mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau karena cuaca kering meningkatkan risiko.
  • Masyarakat diminta tidak membakar sampah atau membuka lahan dengan cara dibakar, sebab vegetasi kering dan angin kencang dapat mempercepat penyebaran api.
  • BPBD Sampang fokus menangani karhutla dengan melakukan pemantauan lapangan dan koordinasi dengan pemerintah desa untuk deteksi dini.
  • Selain kesiapsiagaan karhutla, BPBD tetap mendistribusikan air bersih ke wilayah yang terdampak kekeringan.
  • Masyarakat diajak segera melaporkan titik api yang ditemukan agar dapat ditangani cepat sebelum berkembang luas.

SAMPANG,BANGSAONLINE.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.

Kondisi cuaca yang kering dinilai meningkatkan risiko kebakaran apabila masyarakat tidak berhati-hati dalam beraktivitas.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang, Mohammad Hozin, mengatakan penanganan kebakaran hutan dan lahan menjadi salah satu fokus BPBD selama musim kemarau. Sementara kebakaran permukiman ditangani oleh organisasi perangkat daerah terkait.

"Kami mengimbau masyarakat tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara dibakar. Kondisi vegetasi yang sangat kering membuat api mudah membesar dan cepat menyebar," kata Hozin, Senin 29 Juni 2026.

Menurutnya, angin yang bertiup cukup kencang juga menjadi faktor yang dapat mempercepat penyebaran api ke wilayah lain. Karena itu, BPBD terus melakukan pemantauan lapangan serta berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk mendeteksi dini potensi kebakaran.

Selain meningkatkan kesiapsiagaan terhadap kebakaran lahan, BPBD Sampang juga tetap melaksanakan distribusi air bersih ke wilayah yang terdampak kekeringan.

"Kami mengajak seluruh masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani secepat mungkin dan tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas," ujar Hozin. (van)