Ringkasan Berita
- BPBD Kabupaten Sampang akan meninjau lokasi munculnya suara misterius di ladang tembakau Desa Gunungeleh, Kecamatan Kedundung.
- Fenomena suara gemuruh dari dalam tanah ini telah viral di media sosial dan dilaporkan warga, namun penyebab pastinya masih belum diketahui.
- BPBD mengakui belum memiliki tim ahli untuk meneliti fenomena tersebut dan akan berkoordinasi dengan BBKSDA Jawa Timur di Surabaya.
- Pihak berwenang mengimbau warga sekitar dan pengunjung untuk waspada dan tidak melakukan tindakan berisiko di lokasi kejadian.
- Rencana peninjauan lapangan ditargetkan dilaksanakan pada hari Senin (3/8/2026) setelah laporan diterima.
SAMPANG,BANGSAONLINE.com - BPBD Kabupaten Sampang akan meninjau lokasi munculnya suara misterius menyerupai gemuruh air dari dalam tanah di area ladang tembakau Desa Gunungeleh, Kecamatan Kedundung.
Fenomena alam yang viral di media sosial tersebut telah dilaporkan warga kepada BPBD Kabupaten Sampang dan kini masih dalam tahap pemantauan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sampang, Fajar Arif Taufikurrahman, membenarkan pihaknya telah menerima laporan terkait fenomena tersebut. Namun, BPBD belum dapat melakukan tindak lanjut secara langsung karena masih menunggu tim yang memiliki kompetensi untuk melakukan pemeriksaan.
"Secepatnya kami akan ke lokasi, mungkin besok (Senin)," kata Arif, Minggu (2/8/2026).
Menurutnya, BPBD tidak dapat melakukan penelitian secara mandiri karena belum memiliki tim ahli yang berkompeten untuk mengkaji fenomena tersebut.
BPBD Kabupaten Sampang masih akan berkoordinasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Jawa Timur di Surabaya untuk menindaklanjuti laporan warga.
"Kami telah berkoordinasi dengan pihak yang memiliki kompetensi di bidang fenomena alam," ujarnya.
Hingga kini, BPBD belum mengetahui secara pasti sumber suara maupun potensi yang mungkin ditimbulkan oleh fenomena tersebut.
Meski demikian, BPBD tetap mengimbau warga di sekitar lokasi dan masyarakat yang datang untuk tetap waspada serta tidak melakukan tindakan yang berisiko demi mencari tahu asal suara itu.
"Untuk sementara kami tetap mengimbau kepada masyarakat sekitar maupun yang datang ke lokasi untuk tidak melakukan tindakan yang membahayakan diri ataupun orang lain," ungkapnya.










