BPBD Bangkalan Siapkan Distribusi Air Bersih untuk Antisipasi Kekeringan

Ringkasan Berita
  • BPBD Bangkalan menyiapkan distribusi 3.000 liter air bersih untuk wilayah terdampak kekeringan selama musim kemarau.
  • Distribusi dapat diajukan oleh setiap kecamatan dengan melampirkan surat permohonan resmi dari pemerintah setempat.
  • Beberapa desa di daerah perbukitan seperti Kokop, Galis, dan Geger telah mulai merasakan dampak kekeringan, meski curah hujan masih ada di wilayah lain.
  • Data desa rawan kekeringan masih mengacu pada pendataan tahun sebelumnya karena kondisi tahun ini sulit diprediksi akibat hujan yang belum merata.
  • Distribusi air dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan ketersediaan armada tangki air.

BANGKALAN,BANGSAONLINE.com -  BPBD Bangkalan menyiapkan distribusi air bersih sebanyak 3.000 liter untuk wilayah yang terdampak kekeringan selama musim kemarau.

Setiap kecamatan dapat mengajukan permohonan distribusi sesuai kebutuhan dengan melampirkan surat resmi dari pemerintah kecamatan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bangkalan, Arif Rachman Surya mengatakan langkah tersebut merupakan upaya antisipasi menghadapi musim kemarau yang mulai melanda sejumlah wilayah.

"Meski intensitas hujan masih ada di beberapa wilayah, sejumlah desa di daerah perbukitan sudah mulai merasakan dampak kekeringan," ujarnya, dikutip dari RRI, Senin (29/6/2026).

Arif menjelaskan, data desa rawan kekeringan masih mengacu pada pendataan tahun sebelumnya karena kondisi tahun ini masih sulit diprediksi akibat curah hujan yang belum merata.

"Wilayah yang biasanya paling terdampak adalah kecamatan di perbukitan seperti Kokop, Galis, dan Geger," ucapnya.

Ia menambahkan, pendistribusian air bersih dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan agar bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran. Selain itu, BPBD Bangkalan juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan ketersediaan armada tangki air.

“Langkah ini kami lakukan untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses air bersih selama musim kemarau, terutama di desa-desa yang sudah mulai mengalami kekeringan,” pungkasnya.