Marc Marquez Akui Sempat Ada Tawaran dari Honda Sebelum Putuskan Perpanjang Kontrak dengan Ducati

Ringkasan Berita
  • Marc Marquez mengakui ada percakapan informal dengan Honda di akhir 2023, tetapi memutuskan perpanjang kontrak dua tahun dengan Ducati setelah merasa nyaman dan langsung mencapai kesepakatan.
  • Marquez meninggalkan Honda pada 2023 dengan memutus kontrak lebih awal dan rela lepas gaji besar demi selamatkan karir di tim satelit Ducati, menyebut keputusan itu berdasarkan logika bukan emosi.
  • Honda yang sadar sulit memulangkan Marquez, kemudian beralih dan berhasil merekrut Fabio Quartararo sebagai pembalap utama untuk proyek regulasi mesin baru 850cc pada 2027.
  • Marquez memprediksi Ducati dan Aprilia akan tetap dominan di MotoGP meski akan ada perubahan regulasi teknis besar-besaran pada 2027.
  • Ia menilai pembalap top tak bisa memanfaatkan situasi bursa transfer untuk negosiasi kontrak lebih tinggi, karena pabrikan tidak bisa jamin performa motor di regulasi baru.

BANGSAONLINE.com - Hanya berselang beberapa hari setelah meresmikan kontrak baru berdurasi dua tahun dengan tim pabrikan Ducati, Marc Marquez membuat pengakuan menarik. Pembalap berjuluk The Baby Alien ini mengungkapkan bahwa dirinya sempat melakukan percakapan informal dengan perwakilan Honda yang mencoba menjajaki peluang untuk membawanya pulang ke pabrikan Jepang tersebut.

Melansir laporan pertama dari El Periodico, pertemuan rahasia tersebut terjadi pada Jumat sore di seri penutup Grand Prix Valencia tahun lalu. Diskusi tersebut digelar di salah satu area hospitality milik Honda Racing Corporation (HRC).

Saat diwawancarai oleh DAZN di sela-sela gelaran GP Belanda di Sirkuit Assen, Marquez menegaskan bahwa pertemuan tersebut murni hanya obrolan santai antar-teman lama. Ia memastikan tidak ada proposal resmi maupun pembahasan draf kontrak yang terjadi di sana.

"Ada percakapan informal, tetapi saya selalu menegaskan bahwa saya ingin mendengar tawaran Ducati terlebih dahulu," ujar sang juara dunia bertahan. "Jika saya merasa nyaman di sana, saya tidak berniat memulai permainan tawar-menawar dengan berpindah-pindah pembicaraan antar-pabrikan. Kami duduk bersama pihak Ducati dan langsung mencapai kesepakatan."

Bukan rahasia lagi jika Marquez memiliki ikatan emosional yang amat kuat dengan Honda. Bersama pabrikan berlogo sayap tunggal itulah ia memulai debutnya di kelas para raja dan sukses merengkuh enam gelar juara dunia MotoGP.

Namun, keputusan besar diambil Marquez pada akhir 2023 saat ia memilih menyepakati pemutusan kontrak setahun lebih awal. Ia bahkan rela melepas gaji fantastis sebesar 20 juta euro demi membalap di tim satelit Gresini Racing menggunakan motor Ducati. Baginya, keputusan tersebut murni berdasarkan logika demi menyelamatkan karirnya, bukan karena emosi.

"Kembali ke Honda akan menjadi langkah yang sangat romantis, dan tentu saja itu adalah sesuatu yang saya inginkan," akui Marquez. "Namun, saya sudah mengambil cukup banyak risiko di lintasan. Terkadang Anda harus mengambil keputusan menggunakan akal sehat alih-alih hati, sama seperti yang saya lakukan saat memutuskan untuk meninggalkan Honda. Pada akhirnya, itu terbukti menjadi pilihan yang tepat."

Sadar bahwa memulangkan sang mantan bintang sudah tidak realistis, Honda langsung bergerak cepat mengalihkan bidikan ke Fabio Quartararo. Pabrikan Jepang tersebut sukses meyakinkan pembalap Prancis itu awal tahun ini untuk menjadi ujung tombak proyek baru mereka, menyongsong regulasi mesin baru 850cc yang akan diterapkan pada tahun 2027.

Perubahan regulasi teknis besar-besaran pada 2027 diprediksi bakal mengocok ulang peta persaingan MotoGP. Kendati demikian, Marquez meyakini dominasi motor Eropa belum akan goyah.

"Menurut saya, Ducati akan tetap menjadi acuan, bersama dengan Aprilia," tutur pembalap asal Cervera, Spanyol tersebut.

Menutup perbincangan, ia juga berseloroh bahwa pembalap top sepertinya tidak bisa memanfaatkan situasi bursa transfer ini untuk menekan pabrikan demi nilai kontrak yang lebih tinggi menjelang perombakan regulasi.

"Para pembalap papan atas tidak benar-benar bisa memanfaatkan situasi ini," ujarnya sambil tersenyum. "Dengan adanya regulasi yang benar-benar baru, pabrikan tidak bisa menjamin bahwa mereka akan memiliki motor terbaik. Hal yang pasti diketahui oleh tim hanyalah apakah mereka memiliki pembalap yang hebat."