MAGETAN, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan terus berkomitmen memperluas akses lapangan kerja bagi warganya. Langkah konkret ini diwujudkan melalui pembukaan bursa kerja atau Job Fair 2026 yang diinisiasi oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Magetan di Gedung Korpri pada Selasa (30/6/2026).
Acara strategis ini dibuka langsung oleh Bupati Magetan, Hj. Nanik Sumantri, dengan didampingi sekretaris daerah beserta jajaran pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Agenda tahunan ini dirancang sebagai jembatan emas yang mempertemukan langsung para pencari kerja dengan sektor industri.
Dalam pidato pembukaannya, Bupati Magetan Hj. Nanik Sumantri menegaskan bahwa agenda job fair ini merupakan langkah taktis pemerintah daerah dalam menyerap tenaga kerja lokal sekaligus menggenjot kualitas sumber daya manusia (SDM).
"Job Fair ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Magetan untuk mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha dan industri, sekaligus menekan angka pengangguran serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Magetan," ujar Nanik Sumantri, Selasa (30/6/2026).
Nanik juga mengimbau para generasi muda di Magetan agar memanfaatkan momentum ini secara maksimal untuk mencari peluang karir yang selaras dengan kompetensi mereka. Di sisi lain, ia mendorong sektor swasta untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah demi menciptakan ekosistem kerja yang lebih luas.
Meski dari segi kuantitas mitra perusahaan mengalami penyesuaian regulasi anggaran, kualitas lowongan yang disediakan tetap kompetitif. Tahun ini, tercatat ada 20 perusahaan berskala nasional yang terlibat dengan menyediakan total 2.159 formasi dari 73 posisi jabatan yang berbeda.
Kepala Disnakertrans Magetan, Rudi Harsono, memaparkan bahwa guna mempermudah aksesibilitas pelamar, proses rekrutmen kali ini mengombinasikan sistem tatap muka (walk-in interview) dan sistem daring (online).
"Total ada 20 perusahaan yang mengikuti job fair ini dengan 73 posisi lowongan dan 2.159 formasi lowongan pekerjaan. Ada juga yang membuka pendaftaran secara online, jadi tidak harus datang langsung ke sini untuk melamar," ungkap Rudi.
Rudi tidak menampik adanya penurunan jumlah partisipasi korporasi jika dibandingkan dengan gelaran sebelumnya di GOR Ki Mageti yang mampu menggaet hingga 40 perusahaan. Pengurangan ini didasari oleh penyesuaian plafon anggaran daerah yang tersedia pada tahun anggaran berjalan.
Menanggapi komposisi lowongan kerja yang tahun ini didominasi oleh sektor pemasaran (marketing), Rudi menjelaskan bahwa penentuan formasi tersebut tidak dilakukan secara acak, melainkan berbasis pada data riil di lapangan.
"Kami sudah melakukan survei terkait kebutuhan tenaga kerja yang dibutuhkan perusahaan. Hasil survei itu juga kami sampaikan kepada pihak penyelenggara agar posisi lowongan yang dibuka sesuai dengan kebutuhan pasar kerja," tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, antusiasme masyarakat Magetan tergolong sangat tinggi. Data dari panitia mencatat lebih dari seribu pelamar telah melakukan registrasi.
Langkah agresif lewat job fair ini diharapkan mampu mengikis angka pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Magetan, yang saat ini berada di kisaran 3,14 persen atau merepresentasikan sekitar 13 ribu masyarakat produktif yang belum terserap kerja.










