Bapanas: Penyaluran 1,34 Juta Ton CBP Jaga Stabilitas Harga Beras

BANGSAONLINE.com - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan penyaluran 1,34 juta ton cadangan beras pemerintah (CBP) berhasil menjaga stabilitas harga dan menekan inflasi beras nasional di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.

“Inflasi dan harga beras secara nasional masih terjaga, salah satunya ditopang oleh penyaluran stok CBP yang bersumber dari hasil serapan produksi beras dalam negeri,” kata Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, Kamis (2/7/2026).

Intervensi CBP dilakukan melalui Perum Bulog sepanjang Januari-Juni 2026, mencakup penjualan beras program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) sebanyak 627,55 ribu ton, bantuan pangan untuk 33,14 juta keluarga penerima manfaat sebesar 662,86 ribu ton, serta alokasi untuk ASN di wilayah tertentu 40,72 ribu ton dan bencana alam 11,37 ribu ton.

Amran menyebut stok beras nasional saat ini mencapai 5,1 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah. FAO memperkirakan produksi beras Indonesia tahun 2026 bisa mencapai 38 juta ton, lebih tinggi dari capaian 34 juta ton pada 2025.

“Kalau ini terjadi, artinya surplus bisa mencapai 13 juta ton. Karena itu kita bangun 100 gudang dengan anggaran Rp5 triliun untuk menyimpan beras hingga 2–3 tahun,” ujarnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi beras Juni 2026 secara tahunan sebesar 3,98 persen, turun dari Mei 2026 yang 4,55 persen. Secara bulanan, inflasi beras tercatat 0,45 persen, masih di bawah 1 persen sehingga menunjukkan harga relatif terkendali.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyebut andil beras terhadap inflasi bulanan hanya 0,02 persen, jauh lebih rendah dibandingkan bawang merah (6,52 persen) dan bawang putih (6,88 persen). (rom)


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: