BANGSAONLINE.com - Pemerintah memperkuat Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) untuk menghadapi musim kemarau dan fenomena El Nino. Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan kesiapan cadangan tidak hanya berfokus pada beras, tetapi juga komoditas pangan strategis lainnya.
Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan langkah antisipasi telah disiapkan sejak dini.
“Kami memang sudah siapkan jauh hari sebelumnya menghadapi El Nino. Dulu pengalaman kita tahun 2023, alhamdulillah kita lolos,” ujarnya di Jakarta, Kamis (9/7/2026).
Amran menyebut kondisi pangan nasional masih aman dengan indikator swasembada sejumlah komoditas.
“Kenapa beras? Karena lebih dari 50 persen itu persentase beras kalau setiap kita makan. Tambah telur juga sudah swasembada. Tambah daging ayam sudah swasembada,” katanya.
Berdasarkan data Bapanas, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog mencapai 5,2 juta ton per 8 Juli 2026. Selain itu, cadangan jagung pakan tercatat 188 ribu ton, minyak goreng 1,1 ribu kiloliter, gula konsumsi 2,79 ribu ton, dan daging ayam 38 ton.
Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edhy, menekankan pentingnya kewaspadaan menghadapi dampak El Nino.
“Kita harus tetap waspada menghadapi El Nino dengan cadangan pangan yang kokoh, produksi yang terus meningkat, distribusi yang semakin kuat serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.
Produksi pangan strategis juga diproyeksikan surplus, seperti cabai besar 1,51 juta ton dengan kebutuhan 929 ribu ton, cabai rawit 1,5 juta ton dengan kebutuhan 913 ribu ton, bawang merah 1,32 juta ton dengan kebutuhan 1,25 juta ton, serta telur ayam ras 6,98 juta ton.
Pemerintah optimistis penguatan cadangan, produksi, dan distribusi pangan dapat menjaga stabilitas pasokan sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi di tengah dinamika iklim. (rom)










