Ringkasan Berita
- BNN bersama Bea Cukai dan Polres Gresik menggerebek gudang tersembunyi di kawasan pergudangan Cerme, Gresik, yang diduga berfungsi sebagai laboratorium narkotika.
- Operasi diawali dari kecurigaan petugas terhadap kontainer asal Thailand di Pelabuhan Tanjung Priok pada 29 Juni 2026, yang berisi ganja tersembunyi dalam koper dan kardus lateks.
- Tim gabungan menerapkan metode controlled delivery dengan melacak distribusi menggunakan dua truk hingga menemukan gudang penampungan di Gresik.
- Sebanyak 3,37 ton ganja disita, terdiri dari 500 koper (1,605 ton) dan 80 kardus lateks (1,766 ton), dengan total sekitar 3.371.400 gram.
- Empat unit truk turut diamankan sebagai barang bukti dalam operasi gabungan yang berhasil mengungkap jaringan penyelundupan narkotika skala besar.
GRESIK,BANGSAONLINE.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) RI bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta Polres Gresik menggerebek sebuah gudang di Kawasan Pergudangan Prambanan Bizland, Kecamatan Cerme Kamis (2/7/2026).
Dalam operasi itu, petugas menyita sekitar 3,37 ton ganja yang diduga merupakan hasil penyelundupan dari Thailand.
BACA JUGA:Polres Gresik Amankan 51 Ribu Pil Double L dan 36 Gram Sabu di Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2026
Gudang yang berada di kawasan logistik tidak jauh dari perlintasan kereta api tersebut diduga difungsikan sebagai laboratorium narkotika tersembunyi.
Dari luar, bangunan itu tampak seperti gudang pada umumnya sehingga tidak menimbulkan kecurigaan warga sekitar, padahal diduga digunakan sebagai tempat penyimpanan dan pengolahan narkotika.
BACA JUGA:Operasi Tumpas Semeru 2026, Polres Gresik Ungkap 14 Kasus Narkoba dan Amankan 17 Tersangka
Halaman:










