SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Tokoh muda NU KH Imaduddin Utsman Al-Bantani menilai bahwa Prof Dr KH Nazaruddin Umar tak pantas menjadi calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Alasannya, karena posisinya sebagai menteri agama yang nota bene pembantu presiden. Apalagi Prof Nazaruddin sebagai menteri agama cium tangan Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konfrensi Besar (Konbes) NU di Bangkalan Madura.
“Kita lihat, miris, kemarin menteri agama (Nazaruddin Umar) cium tangan presiden. Gak pantas seorang ulama cium tangan presiden,” ujar Kiai Imaduddin Utsman Al-Bantani dalam Podcast BANGSAONLINE yang dipandu M. Mas’ud Adnan, founder HARIAN BANGSA dan BANGSAONLINE yang kini viral di media sosial.
“Nanti jadi ketua umum PBNU cium tangan presiden. Gak pantes. Nyari yang lain saja, jangan Pak Nazaruddin. Nanti itu akan terulang,” tegas kiai muda yang memiliki jutaan pengikut terutama setelah melakukan penelitian tentang nasab habaib Ba’alawi itu.
Pengasuh Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum Tengerang Banten itu menegaskan bahwa sikap tegasnya itu bukan menghina presiden, tapi ketika seseorang memiliki label keulamaan, makai a harus menjaga jangan sampai agama berada di bawah urusan duniawi.
“Ketua Umum PBNU itu harus seimbang, sejajar dengan presiden,” tegas Kiai Imad.
Kiai Imad juga minta para elit PBNU sekarang tahu diri, terutama Kiai Miftachul Akhyar, Kiai Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dan Saifullah Yusuf (Gus Ipul). Kiai Imad bahkan mempertanyakan apakah masih ada rasa khidmat di lubuk hati Gus Ipul, Gus Yahya dan Kiai Miftachul Akhyar.
Menurut dia, kalau memang di hati mereka masih ada rasa khidmat kepada NU sebaiknya mereka tidak menjadi pengurus PBNU lagi pada kepengurusan PBNU yang akan datang.
Lho? Kenapa mereka tak boleh jadi pengurus PBNU lagi? Ini tahu jawabannya? Nah, agar bisa menyimak secara jelas dan tuntas silakan klik Podcast BANGSAONLIEN di channel YouTube.
Wawancara dengan Kiai Imad dalam Podcast BANGSAONLINE memang sangat seru.
“Terimakasih para pemirsa telah menunggu produk-produk BANGSAONLINE. Semoga bermanfaat dan barakah. Semoga pemirsa selalu mendapat pencerahan. Tapi jangan lupa disubcribe dan like ya. Kalau komentar insyaallah selalu membludak. Sekali lagi terimakasih pemirsa BANGSAONLINE yang sangat saya cintai sekaligus saya banggakan. Komentar-komentarnya sangat dahsyat,” ujar Mas’ud Adnan.










