PKS Surabaya Dukung Usulan Nama Jalan Tokoh NU dan Masukan PCNU soal Raperda Kebudayaan

Dalam pertemuan itu, Ketua PCNU Kota Surabaya Ir. H. Masduki Toha menyampaikan sejumlah aspirasi.

Salah satunya mengenai usulan agar Pemerintah Kota Surabaya mengabadikan nama tokoh NU sebagai nama jalan di Kota Pahlawan.

"Tokoh-tokoh NU yang juga pejuang di Surabaya, telah menorehkan sejarah panjang bagi Indonesia. Seperti pencipta lambang NU, KH Ridlwan Abdullah dan KH Mas Alwi bin Abdul Aziz, yang mengusulkan nama Nahdlatul Ulama, sehingga menjadi organisasi Islam terbesar di Indonesia, bahkan di dunia. Setidaknya, dua nama tokoh inilah yang kami usulkan menjadi nama jalan di Surabaya," tutur Masduki Toha, dalam keterangan Rabu (8/7/2026).

Rombongan PKS diterima langsung oleh Ketua PCNU Kota Surabaya H. Masduki Toha bersama Rais Syuriah KH Ahmad Zulhilmi Ghazali dan jajaran.

Masduki Toha menjelaskan, usulan nama jalan untuk tokoh NU sebelumnya juga telah disampaikan kepada Ketua DPRD Kota Surabaya H. Syaifuddin Zuhri. PCNU Kota Surabaya bahkan telah menyiapkan data dan portofolio sebagai bahan pendukung usulan tersebut.

Selain itu, dalam pertemuan tersebut juga dibahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pemajuan Kebudayaan dan Nilai-Nilai Kepahlawanan yang saat ini tengah dibahas DPRD Kota Surabaya.

Riadi Ngasiran mengusulkan adanya penyempurnaan pada salah satu pasal dalam draf raperda, khususnya mengenai kebebasan berekspresi.

"Dalam draf Raperda Pemajuan Kebudayaan dan Nilai-nilai Kepahlawanan, terhadap pasal yang menyebutkan soal kebebasan berekspresi. Dalam hal itu, perlu mendapat kata tambahan 'kebebasan berekspresi yang sesuai dengan nilai-nilai kultural dan ada masyarakat Surabaya'. Sehingga, Raperda tersebut tidak terkesan liberal. Karena betapa pun Surabaya adalah kota dengan nilai-nilai keislaman yang kuat di masyarakat," tutur Tim Kerja Monumen Resolusi Jihad NU Surabaya.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, M. Firmainto Utomo menegaskan pentingnya membangun kemitraan antara PKS dan PCNU demi kemajuan Surabaya. Ia juga menyatakan dukungan terhadap usulan pengabadian nama tokoh NU sebagai nama jalan.

"Terkait usulan nama jalan, kami sangat mendukung dan berkomitmen untuk menjaga nilai-nilai perjuangan pada Pahlawan pendahulu kita. Apalagi, NU sebagai ormas Islam yang dilahirkan dari kota Surabaya," tuturnya.

Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Surabaya Cahyo Siswo Utomo juga menyambut baik masukan PCNU terkait pembahasan Raperda Pemajuan Kebudayaan.

Menurutnya, pandangan tersebut akan menjadi bahan pertimbangan dalam proses penyusunan regulasi.

"Tentu semua itu, menjadi pertimbangan penting bagi masyarakat dan kota Surabaya, yang menjaga nilai-nilai budaya dan tradisi yang selaras dengan nilai-nilai ajaran Islam," tuturnya.

Menutup pertemuan, Masduki Toha berharap setiap pembahasan rancangan peraturan daerah tidak hanya melibatkan kalangan akademisi atau pakar, tetapi juga membuka ruang partisipasi bagi masyarakat dan para pemangku kepentingan.

"Dengan mendengar suara pelaku, misalnya, para seniman dan aktivis kebudayaan. Sehingga, Raperda yang dibahas akan memberi manfaat pada masyarakat secara luas, dan pihak-pihak terkait yang bekepentingan," tuturnya.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: