SURABAYA,BANGSAONLINE.com - Guru Besar Universitas Airlangga Henri Subiakto mendorong Presiden Prabowo Subianto melakukan pembenahan menyeluruh di sektor penegakan hukum, termasuk dengan mengganti Jaksa Agung demi memperkuat pemberantasan korupsi.
Menurut Henri, Jaksa Agung saat ini perlu digantikan oleh sosok yang berani dan berintegritas agar mampu memberantas korupsi secara menyeluruh, termasuk di lingkungan aparat penegak hukum.
"Prabowo harus angkat Jampidsus dan juga Jaksa Agung baru yang lebih berani untuk perang melawan korupsi, terutama untuk membersihkan kalangan penegak hukum sendiri termasuk polisi," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Minggu (12/7/2026).
Henri menilai praktik korupsi di Indonesia telah merusak sistem penegakan hukum. Menurutnya, pelaku korupsi berskala besar kerap tidak tersentuh hukum dan saling melindungi.
Sementara masyarakat yang tidak bersalah justru kerap menjadi korban penegakan hukum yang dinilainya tidak tepat.
Kondisi tersebut, kata dia, memunculkan persepsi publik mengenai lemahnya keadilan dan pemberantasan korupsi.
Ia juga menilai mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD sebagai figur yang dinilai memiliki reputasi, integritas, dan keberanian untuk memimpin upaya pemberantasan korupsi.
"Saya mengusulkan pada pak Prabowo agar segera angkat Jaksa Agung baru yang berani dan bersih. Kalau perlu pilih orang yang memiliki kualitas seperti Prof Mahfud MD. Pilih tokoh hukum yang telah terbukti berani, dan punya reputasi, berkredibilitas sebagai sosok bersih, tegas, jujur, dan berani," ucapnya.
Henri mengingatkan, kesalahan dalam memilih Jaksa Agung berpotensi menghambat pemberantasan korupsi.
Menurutnya, kondisi tersebut juga dapat berdampak terhadap masa depan negara maupun karier politik Presiden Prabowo Subianto.










