Sementara masyarakat yang tidak bersalah justru kerap menjadi korban penegakan hukum yang dinilainya tidak tepat.
Kondisi tersebut, kata dia, memunculkan persepsi publik mengenai lemahnya keadilan dan pemberantasan korupsi.
Ia juga menilai mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD sebagai figur yang dinilai memiliki reputasi, integritas, dan keberanian untuk memimpin upaya pemberantasan korupsi.
"Saya mengusulkan pada pak Prabowo agar segera angkat Jaksa Agung baru yang berani dan bersih. Kalau perlu pilih orang yang memiliki kualitas seperti Prof Mahfud MD. Pilih tokoh hukum yang telah terbukti berani, dan punya reputasi, berkredibilitas sebagai sosok bersih, tegas, jujur, dan berani," ucapnya.
Henri mengingatkan, kesalahan dalam memilih Jaksa Agung berpotensi menghambat pemberantasan korupsi.
Menurutnya, kondisi tersebut juga dapat berdampak terhadap masa depan negara maupun karier politik Presiden Prabowo Subianto.










