Purbaya Yakin Kopdes Merah Putih Untung, Asal Skenario ini Terjadi

JAKARTA,BANGSAONLINE.com - Pemerintah optimistis Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) akan menjadi penggerak ekonomi desa sekaligus menghasilkan keuntungan, seiring rencana penyaluran seluruh barang bersubsidi melalui koperasi tersebut.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan peluang Kopdes meraih keuntungan terbuka lebar setelah pemerintah memutuskan seluruh barang bersubsidi hanya disalurkan melalui Koperasi Desa Merah Putih.

“Kemarin diputuskan di rapat kabinet bahwa semua barang-barang yang bersubsidi akan disalurkan lewat Koperasi Desa Merah Putih dan tidak diperjualbelikan di luar itu,” katanya.

Menurut Purbaya, kebijakan tersebut akan memberikan margin keuntungan yang cukup besar karena Kopdes menjadi satu-satunya saluran resmi penjualan barang bersubsidi kepada masyarakat.

“Harusnya dari situ aja Koperasi Desa Merah Putih sudah pasti untung. Asal nggak ada, nggak ada itu ya, asal nggak dikorupsi lah harusnya sih aman,” ujarnya.

Selain mengandalkan penyaluran barang bersubsidi, pemerintah juga menyiapkan dukungan pembiayaan dalam jumlah besar untuk mendukung operasional Koperasi Desa Merah Putih.

Purbaya mengungkapkan program tersebut akan didukung pendanaan hingga Rp240 triliun yang berasal dari pinjaman Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Adapun pembayaran pokok dan bunga pinjaman akan dilakukan secara bertahap oleh Kementerian Keuangan selama enam tahun.

“Ini program besar loh, Rp240 triliun selama 6 tahun akan seperti itu. Itu akan berasal dari pinjaman Himbara, tapi saya yang cicil. Pokok dan bunganya selama 6 tahun ke depan, mungkin setahun sekitar 40 triliun. Sesuai dengan jumlah operasi yang beroperasi, koperasi yang beroperasi,” ucapnya.

Ia memastikan aspek pendanaan tidak lagi menjadi kendala dalam pelaksanaan program tersebut.

Menurutnya, tantangan terbesar saat ini adalah memastikan tata kelola berjalan lebih baik agar pelaksanaan program berlangsung transparan, tertib, dan meminimalkan potensi kebocoran anggaran.

“Jadi untuk pendanaan sudah nggak ada isu lagi, hanya yang paling penting adalah pelaksanaannya lebih rapih dan bersih dan sedikit kebocoran. Itu yang dipentingkan ke depan,” tandasnya. (van)


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: