JOMBANG, BANGSAONLINE.com – Bupati Jombang, Warsubi, merespons baik penunjukan wilayahnya sebagai tuan rumah Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama, yang akan digelar pada 27-31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.
Koordinasi intensif mulai dilakukan bersama panitia lokal untuk memetakan kesiapan teknis menjelang perhelatan akbar nasional tersebut. Langkah ini digodok dalam pertemuan yang dipimpin oleh Bupati Warsubi, di Ruang Tamu Swagata Pendopo Kabupaten setempat.
Dalam audiensi tersebut, Warsubi didampingi oleh Wakil Bupati Salmanudin Yazid, Sekretaris Daerah, serta jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Sementara dari pihak panitia, hadir Ketua Panitia Lokal KH. Abdurrozaq Sholeh (Gus Rozaq) bersama jajaran, serta perwakilan dari Pemerintah Desa Tambakrejo dan BUMDes setempat.
Bupati Warsubi menegaskan bahwa terpilihnya Ponpes Bahrul Ulum sebagai lokasi muktamar yang rencananya akan dibuka langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto, merupakan sebuah kehormatan besar bagi Jombang.
“Kami di jajaran pemkab berkomitmen penuh memberikan dukungan terbaik. Ini adalah marwah daerah, sehingga kenyamanan, keamanan, dan ketertiban selama acara harus menjadi prioritas utama,” tegas Warsubi, Jumat (17/7/2026).
Guna mengantisipasi kehadiran ribuan tamu, bupati menginstruksikan sekda dan OPD terkait untuk segera mengeksekusi sejumlah langkah konkret di lapangan, antara lain, mempercepat pengaspalan dan perbaikan ruas jalan menuju area pesantren, menyediakan toilet portabel dalam jumlah memadai di titik-titik konsentrasi massa.
Selain itu, juga mengoptimalkan manajemen sampah dan kebersihan di sekitar lokasi acara, menambah dan memperbaiki Penerangan Jalan Umum (PJU) pada rute-rute strategis demi kelancaran mobilitas malam hari.
Penyelenggaraan Muktamar NU kali ini tidak hanya dipandang sebagai agenda organisasi keagamaan semata. Pemkab Jombang melihat adanya potensi perputaran ekonomi yang luar biasa bagi warga sekitar.
Kehadiran puluhan ribu muktamirin dan penggembira diproyeksikan akan menghidupkan sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga produk-produk UMKM lokal.
“Ini kesempatan baik, saya meminta pemerintah desa setempat bersama BUMDes menangkap peluang emas ini dengan baik,” terang Warsubi.
Di sisi lain, momentum ini diharapkan memperkuat branding Jombang sebagai Kota Santri yang ramah, siap menyelenggarakan acara berskala nasional, sekaligus menegaskan ikatan historis daerah tersebut dengan sejarah berdirinya NU.
Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, KH Abdurrozaq Sholeh (Gus Rozaq), menyatakan bahwa pihak pesantren telah membentuk tim kerja khusus untuk menindaklanjuti mandat dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Berdasarkan estimasi awal, kompleks pesantren akan kedatangan sekitar 6.000 tamu resmi yang terdiri dari peserta, peninjau, dan undangan khusus dari berbagai penjuru tanah air.
"Alhamdulillah, kepanitiaan internal sudah bergerak. Dari sisi kesiapan infrastruktur di lingkungan pesantren, kami sangat optimistis siap menyambut para muktamirin. Seluruh keluarga besar Bahrul Ulum akan all out memberikan pelayanan terbaik selama perhelatan berlangsung," pungkas Gus Rozaq. (aan/msn)










