Red Bull Mulai Menjanjikan di Spa, Max Verstappen Ungkap Alasan Kritik Tim Lewat Radio

SPA-FRANCORCHAMPS, BANGSAONLINE.comRed Bull awalnya memperkirakan akhir pekan di GP Belgia akan berjalan sangat menantang akibat krusialnya faktor manajemen energi di Sirkuit Spa-Francorchamps. Namun, rangkaian sesi latihan bebas (FP) pada Jumat justru memberikan sinyal yang cukup positif bagi tim berlambang banteng merah tersebut.

Max Verstappen bahkan sukses memuncaki daftar waktu tercepat pada sesi FP1. Menurut juara dunia bertahan tersebut, hasil ini membuktikan satu hal penting: untuk pertama kalinya dalam beberapa seri terakhir, Red Bull berhasil membawa mobil RB22 masuk ke dalam rentang performa optimal (operating window) sejak awal pekan balapan.

Meski demikian, pembalap asal Belanda itu enggan terburu-buru menarik kesimpulan. Ia menilai sesi FP2 memberikan peta persaingan yang jauh lebih realistis, di mana dirinya finis dengan selisih hampir setengah detik di belakang pembalap Mercedes, Kimi Antonelli, sebagai yang tercepat.

"Hasilnya cukup baik bagi saya; saya tidak mengalami masalah berarti. Mobil ini berada dalam kondisi performa yang cukup ideal," ungkap Verstappen.

"Mungkin di FP2 kita bisa melihat gambaran selisih waktu yang lebih nyata, namun hal itu bukanlah sesuatu yang mengejutkan atau tak terduga."

Tantangan Trek Lurus dan Manajemen Energi

Verstappen mengakui bahwa kelemahan Red Bull masih terasa pada aspek kelistrikan power unit, terutama saat melibas trek lurus panjang khas Spa-Francorchamps yang menuntut efisiensi tinggi.

"Trek ini memang cukup menantang terkait manajemen energi. Sepertinya kami sedikit lebih lambat di trek lurus dibandingkan beberapa pesaing, namun dari segi keseimbangan mobil, kondisinya cukup baik," tambahnya.

Penjelasan Soal Pesan Radio "Tidak Dapat Diterima"

Salah satu momen yang mencuri perhatian sepanjang sesi latihan adalah kekesalan Verstappen terhadap sistem penurunan gigi (downshift) mobilnya. Ia bahkan sempat menyebut kinerja komponen tersebut "tidak dapat diterima" melalui radio tim.

Menanggapi pesan radio yang emosional itu, Verstappen menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan bagian dari proses penyempurnaan teknis yang biasa ia lakukan bersama para teknisi.

"Saya selalu sangat peka terhadap hal-hal ini karena saya ingin mengerjakannya dan memperbaikinya," tegas Verstappen.

"Saya pikir ada pembaruan perangkat lunak atau penurunan versi yang membutuhkan sedikit waktu bagi perpindahan gigi untuk beradaptasi, dan kemudian menjadi sedikit lebih baik lagi di akhir."

Eksperimen Sayap Belakang Red Bull

Selain urusan dapur pacu dan perangkat lunak, perubahan visual yang paling mencolok pada jet darat Red Bull akhir pekan ini adalah sektor sayap belakang.

Setelah insiden kecelakaan Verstappen di Spielberg dan Silverstone, tim memutuskan untuk menunda penggunaan konsep sayap belakang berputar (rotating rear wing). Red Bull memilih menggunakan desain konvensional di Spa, sembari memodifikasi konsep sebelumnya untuk diperkenalkan kembali pada GP Hungaria mendatang.

Walau desain konvensional ini memberikan sedikit konsekuensi pada gaya hambat (drag), Verstappen menilai hal tersebut tidak akan menjadi faktor pembeda yang besar.

"Itu hanya terbuka berbeda. Tapi kami hanya fokus pada diri kami sendiri, dan jujur ​​​​saja saya tidak bisa kecewa atau apa pun. Ini hari yang baik bagi kami," tuturnya.

"Saya tidak yakin seberapa banyak perbedaannya dibandingkan dengan yang lain, tetapi dari segi perasaan, itu baik-baik saja."